PROBATAM.CO, Batam– Ketua Koordinator LSM Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GN-PK) Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Agus Fajri, mengkritik pengerjaan proyek peningkatan Jalan Alteri Gajahmada Tahap I Kota Batam yang dinilai ‘pemborosan” anggaran APBN sebesar Rp29.197.757.000.
Menurut Agus, urgensi dari proyek tersebut akibat seringnya terjadi kemacetan total ketika terjadi kecelakaan truk trailer tua akibat gagal mendaki mendaki tanjakan karena jalan tersebut ketinggiannya selain sangat curam juga kecuramannya bersamaan dengan jalannya menikung.
“Namun sampai saat ini saya sebagai satu dari belasan ribu warga Batam sebagai pengguna akses jalan tersebut setiap hari, keberadaan pembuatan jalan alternatif yang menelan dana Rp29 miliar tersebut, sepertinya diragukan manfaatnya, khususnya untuk meninimalisir terjadinya kecelakaan,” kata Agus kepada PROBATAM, CO, Senin (20/12/2021).
Ia menilai Dettail Enginering Development (DED) proyek yang dikerjakan PT. BINA RIAU SEJAHTERA asal Pekanbaru, Riau itu terkesan asal jadi dan terlalu dipaksakan.
Hal ini dibuktikan, sudah beberapa kali dinding cadas pembatas bukit yang dipotong mengalami keruntuhan (longsor) sehingga terjadi pemangkasan ulang beberapa kali.
Selanjutnya, kata Agus, keberadaan bukit yang dipotong ternyata tidak semua batu cadas, ada 2 titik tanah bukit terdiri dari tanah bauksit. Kedua titik ini selalu mengalami longsor.
“Akibat longsor terus menerus pihak kontraktor akhirnya harus memotong lebih ke dalam lagi puncak bukit, yang kemudian tanah pemotongan tersebut dijadikan tanah untuk menguruk proyek developer di Batam Center, Batam, Kepri.
“Hal ini jelas mengakibatkan jalanan menjadi kotor, licin dan berdebu. Karena lumpur dimana-mana disebabkan hujan dimana ratusan trip truk pengangkut tanah lalu lalang di jalan raya selama 24 jam,” ucap Agus.
Hal inilah diduga menjadi penyebab yang diyakini kalau proyek ini tidak akan selesai pada waktu yang telah ditentukan sesuai dengan masa pelaksabaan 240 gari kalender dan masa pemeliharaan 180 gari kalender (akhir tahun-red). Dan kalau target dari progres pengerjaan proyek tersebut molor, wajib ada finaltinya.
“Kontraktor proyek ini betul betul tidak profesional, sangat mengabaikan keselamatan pengguna jalan dari saat pemotongan bukit tidak secuilpun jaring pengaman dipasang di sisi jalan untuk mencegah guguran batu cadas ke jalanan yang sangat ramai lalu lalang. Kami juga mempertanyakan keberadaan pihak pengawas di lokasi proyek,” pungkas Agus.
Lebih rinci ia mengamati, satu titik pertemuan arus kendaraan dari arah Baloi dan dari Jembatan Sei Ladi, harus diwaspai dan disikapi, agar terhindar persinggungan. Begitu juga 1 titik pertemuan 2 arus kendaraan di atasnya.
Akibat ketidak profesionalnya kontraktor, GN-PK Kepri meminta BPK RI untuk melakukan audit investigasi, baik dari sisi kelayakan pengerjaan proyek, maupun kualitas proyek.
“Kita menginginkan keberadaan proyek ini benar-benar menjadi atensi khusus dari BPK RI. Mengingat track recorf Kontraktor PT Bina Riau Bertuah ( BRB) asal Pekanbaru, Riau ini pernah digugat publik ketika mengerjakan proyek peningkatan Jalan Pangkalan Kasai – Lubuk Kandis di Kabupaten Inhu dibawah kendali Bina Marga bidang pembangunan dan peningkatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Riau beberapa waktu silam.
“Kala itu proyek tersebut sempat disorot sejumlah elemen masyarakat Riau. Pasalnya, proyek berbandrol Rp14. 185.719.565,49 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau tahun 2015, yang dikerjakan oleh perusahaan yang sama di Batam dengan Kontrak Nomor 620/SPHS-BM/TING-PKLK/89/2015 tertanggal kontrak 1 Juni 2015, ditengarai tidak sesuai kontrak kerja atau bestek,” ungkap Agus.
Ia kembali minta kepada Ketua BP Batam HM Rudi, sebelum keberadaan proyek ini digunakan, dibuat pengaman/barikade sepanjang bukit tersebut, karena satu batu sebesar kepal tangan runtuh dari tebing mengenai mobil apalagi pengendara motor bisa mencelakakan pengguna jalan.
Khususnya lagi 2 titik bukit yang dindingnya bukan dari batu cadas, punya potensi sangat besar mengalami longsor apabila terjadi hujan deras. Dan ini sangar berbahaya.(*/hel)




Komentar