PROBATAMBATAM.CO — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terus didorong. BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya menggelar Gebyar Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di RW 7, Kompleks Permata Asri, Kelurahan Duriangkang, Batam, Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut menyasar masyarakat pekerja, baik yang bekerja di sektor formal maupun informal.
Pps. Kepala kantor BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya, Benny Setijawan mengatakan, bahwa edukasi diberikan untuk membuka pemahaman warga bahwa risiko saat bekerja bisa datang kapan saja dan dapat berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi pekerja maupun keluarganya.
“Dalam kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya menurunkan Kepala Bidang KSA bersama Tim Kepesertaan KSA Batam Nagoya. Sosialisasi juga melibatkan Agen Perisai RT/RW sebagai mitra dalam memperluas kepesertaan dan memberikan pemahaman mengenai perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan,” kata Benny.
Menurutnya pesan utama yang disampaikan sederhana, namun penting, setiap pekerja membutuhkan perlindungan ketika risiko pekerjaan datang tanpa diduga.
“Melalui sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan literasi dan edukasi mengenai pentingnya menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan,”
“. “Perlindungan ini dinilai penting bukan hanya bagi pekerja formal yang menerima penghasilan tetap, tetapi juga pekerja informal yang selama ini rentan menghadapi risiko tanpa perlindungan memadai,” terang Benny.
BPJS Ketenagakerjaan juga mendorong masyarakat memahami berbagai risiko sosial dan ekonomi yang dapat muncul selama menjalankan aktivitas pekerjaan.
Kecelakaan kerja, misalnya, bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga bisa mengganggu penghasilan dan kondisi ekonomi keluarga.
Karena itu, kesadaran terhadap jaminan sosial tidak seharusnya muncul setelah musibah terjadi.
“Jangan menunggu risiko datang baru memikirkan perlindungan.” Semangat inilah yang menjadi bagian penting dari gerakan sadar jaminan sosial yang terus digaungkan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kepedulian warga terhadap pentingnya jaminan sosial sekaligus mendorong semakin banyak pekerja untuk memiliki perlindungan.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, lingkungan tempat tinggal diharapkan tidak hanya menjadi ruang berkumpul warga, tetapi juga menjadi lingkungan yang peduli terhadap keamanan dan masa depan para pekerja serta keluarganya.
Gerakan ini pada akhirnya menegaskan bahwa jaminan sosial ketenagakerjaan bukan sekadar program, melainkan bentuk perlindungan nyata untuk menghadapi risiko dan menjaga keberlangsungan hidup keluarga pekerja.***





Komentar