Beranda / Peristiwa / Dosen UGM yang Dikenal Jenius Nekat Akhiri Hidupnya Gantung Diri

Dosen UGM yang Dikenal Jenius Nekat Akhiri Hidupnya Gantung Diri

PROBATAM.CO, Yogyakarta – Dosen UGM yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, BS (55) dikenal jenius di mata teman dan mahasiswanya.

BS ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pada Kamis (15/8/2019).

BS semasa hidupnya dikenal sebagai dosen dengan penguasaan ilmu yang mumpuni dan ahli di bidang telekomunikasi serta menulis beberapa buku terkait ilmu tersebut.

“Di kalangan mahasiswa ia dikenal sebagai ahli ilmu dasar, seperti kalkulus, medan listrik magnet dan pengolahan isyarat,” ujar teman satu angkatan almarhum, Lukito Edi Nugroho, dalam keterangan tertulis Humas UGM, Jumat (16/8/2019).

Lukito menyampaikan ilmu-ilmu tersebut selalu dapat dijelaskan oleh almarhum dengan mudah.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Bahkan, ketika zaman kuliah dulu, almarhum pernah mengajarinya tentang materi teori fungsi variabel kompleks dan mata kuliah yang sulit lainnya.

“Cara menjelaskannya membuat sesuatu yang rumit terlihat lebih sederhana,” ungkapnya

Dekan Fakultas Teknik Nizam, juga melihat sosok almarhum adalah sosok yang cerdas, sederhana dan bersahaja.

BS banyak menghasilkan karya akademis di jurnal dalam negeri maupun internasional.

“Tahun lalu beliau selesai S3 dengan hasil cum laude. Kami semua kehilangan rekan kerja yang sangat baik,” ucapnya.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Sementara itu, Kapolsek Mergangsan Kompol Tri Wiratmo menjelaskan, dari hasil pemeriksaan BS murni meninggal karena gantung diri.

“Meninggal karena bunuh diri. Itu analisa dari dokter dan tim Inafis kemarin,” jelasnya.

Menurut Tri, pihaknya akan membawa jenazah BS ke RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. Namun, pihak keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi.

“Keluarganya keberatan karena menyadari bahwa kakaknya itu sakit sudah lama dan depresi,” jelasnya.

Baca selengkapnya di Kompas.com

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement