PROBATAM.CO, BATAM – Industri gim menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan Road to Kenduri ke-2 yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam.
Kehadiran Game Developer Batam (GDB) bersama Batam Boardgame Community (BBC) memperkenalkan potensi gim digital dan permainan papan karya serta aktivitas komunitas kepada masyarakat.
Kedua komunitas tersebut menghadirkan demo gim digital karya pengembang lokal dan kegiatan bermain board game bersama pengunjung. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan mereka dalam mencoba berbagai permainan yang menggabungkan teknologi, kreativitas, strategi, dan interaksi sosial.
Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan gim sebagai salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif (ekraf). Subsektor ini memiliki potensi untuk berkembang melalui inovasi teknologi, pengembangan sumber daya manusia, serta penciptaan karya yang dapat memiliki nilai ekonomi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, mengapresiasi keterlibatan Game Developer Batam dan Batam Boardgame Community dalam memperkenalkan industri gim kepada masyarakat pada Peringatan Hari Ekonomi Nasional yang jatuh pada tanggal 24 Oktober, untuk pertama kali diperingati di Kota Batam
Menurutnya, partisipasi komunitas menjadi bagian penting dalam memperluas pemahaman masyarakat mengenai beragam potensi ekonomi kreatif yang dimiliki Batam.
“Gim merupakan salah satu dari 21 subsektor ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Kami mengapresiasi komunitas yang aktif memperkenalkan karya dan kreativitasnya kepada masyarakat,” ujar Ardiwinata.
“Mari bersama-sama terus menggaungkan 21 subsektor ekonomi kreatif agar semakin dikenal dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Batam,” tambah Ardiwinata.
Ketua Game Developer Batam, Jemes Candra, mengatakan, keikutsertaan komunitasnya dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem gim lokal di Batam.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memperkenalkan potensi gim digital dan board game kepada masyarakat sekaligus mendorong perkembangan ekosistem gim lokal melalui edukasi, kolaborasi, dan pengembangan talenta,” kata Jemes.
Kolaborasi GDB dan BBC diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap industri gim, sekaligus membuka peluang kerja sama antara komunitas, kreator lokal, dan berbagai pihak. Dengan demikian, gim tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat berkembang sebagai bidang kreatif yang menghasilkan karya dan peluang ekonomi.
Pengembangan subsektor gim juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Batam. Dukungan terhadap komunitas dan pengembang lokal diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi serta memperluas ruang bagi talenta kreatif untuk berkarya.
Melalui kegiatan seperti ini, Disbudpar Batam mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengenalkan dan mendukung 21 subsektor ekonomi kreatif sehingga potensinya semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi daerah. (*/hel)





Komentar