Beranda / Peristiwa / Sempat Tersesat di Hutan Belantara, Warga Lubuk Ambacang yang Hilang Akhirnya Ditemukan

Sempat Tersesat di Hutan Belantara, Warga Lubuk Ambacang yang Hilang Akhirnya Ditemukan

Masyarakat Lubuk Ambacang kompak bersama-sama mencari warganya yang hilang di hutan. (photo: ptobatam/hdr)

PROBATAM. CO, Kuansing- Masyarakat Desa Lubuk Ambacang, Kecamatan Hulu Kuantan, kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau, sejak tadi malam dibuat heboh. Pasalnya, salah seorang warganya bernama Dedi (34) belum pulang ke rumah sejak pagi kemarin.

Namun, dengan pencarian aparat kepolisian dan warganya akhirnya, pria tersebut ditemukan Kamis (6/2/2020) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Kepulangan Dedi disambut suka cita oleh pihak keluarga dan masyarakat, karena sempat seharian dibuat cemas karena tidak pulangnya ke rumah hingga larut malam.

Dedi dibonceng kerabat setelah berhasil ditemukan pagi tadi di hutan tersesat, Kamis (6/2/2020) pagi sekitar pukul 08. 30 WIB. (photo : probatam/hdr)

Menurut keluarga bernama Yanto, Dedi pergi seorang diri meninggalkan rumah dari pagi dengan tujuan mencari rotan ke hutan di daerah sungai Rao-rao yang tidak jauh dari perbatasan Sumbar-Riau. Namun hingga pukul 00.00 WIB, Dedi belum pulang ke rumah.

“Kami bersama masyarakat saat ini sedang mencari di hutan dengan menggunakan alat seadanya. Kami terbagi dua kelompok. Kelompok pertama dari Sungai Kuantan, sedangkan kelompok kedua dari jalan arah menuju air terjun Batang Ogan,” ujar Yanto melalui telepon, Rabu (5/2/2020) malam.

Berkemungkinan Dedi tersesat. Beliau tidak begitu mengenali medan disana. “Karena dia pendatang dari Pangean yang baru bekeluarga di Lubuk Ambacang,” beber Yanto.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Dedi tertunduk lesu dan lemas tiba di rumahnya usai ditemukan tersesat di hutan belantara. (photo : probatam/hdr)

Kapolsek Hulu Kuantan, Iptu Alchusori SH MH, membenarkan adanya warga Lubuk Ambacang yang belum pulang sejak pagi. “Iya. Sekarang masyarakat berusaha mencari dalam hutan. Barusan anggota Polsek juga ikut menyusul,” ujar Alchusori. 

Namun hingga subuh dinihari tadi, pencarian pun terus dilanjutkan. Rombongan pencari membawa peralatan bunyi-bunyian seperti calempong.

Calempong ini dibunyikan didalam hutan. Peralatan ini dibawa dengan harapan agar bisa didengar oleh korban yang hilang.

Warga menelusuri hutan. Mendaki bukit dan menuruni lembah-lembah. Namun yang dicari belum juga ditemukan.

Tanpa rasa lelah, warga pun terus melakukan pencarian. Dan haripun sudah mulai pagi. Matahari sudah mulai menampakan sinarnya. Namun yang dicari tetap saja belum membuahkan hasil.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Tepat pada pukul 08.00 Wib, tadi pagi, warga menelusuri sungai Rao-rao, tiba-tiba muncul lah sosok Dedi. Warga yang hilang itu. Ia kelihatan lemas.

“Alhamdulillah sudah ditemukan dalam keadaan selamat,” ucap Imran, salah seorang personil Polsek Hulu Kuantan melalui telepon tadi pagi sembari menyebutkan warga bersama Dedi tengah dalam perjalanan pulang ke rumah. (hdr)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement