PROBATAM.CO, Batam- Terpuruknya perekonomian Batam jadi beban pikiran Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi. Ia kuatir, warganya tak bisa merasakan nuansa Idul fitri 1441 H, di tengah pandemi Covid-19 ini.
Lazimnya, setiap lebaran dalam menjamu masyarakat Rudi kerap Open House di kediamannya. Namun tahun ini, Rudi punya cara berbeda turun ke jalan membagikan nasi kotak agar warganya tetap ceria dan bisa menikmati santapan khas Lebaran.
Kegiatan Idul Fitri berbagi Nasi Kotak Lebaran oleh Walikota Batam yang turun langsung di Kecamatan Lubuk Baja salah satunya dilakukan di RS Elisabeth kepada tenaga medis serta pasien yang pada hari lebaran masih harus melaksanakan tugas.

Hadir mendampingi Walikota Batam, saat itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Yusfa Hendri, Kadispora Kota Batam Heryanto, Kadisnaker Kota Batam Rudi Sakyakirti,
Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan kota Batam Samudin.
Selain itu, ikut juga mendampingi pria yang juga Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini Kadisperindag Kota Batam Gustian Riau, Kabag Pengadaan Barang Jasa Pemko Batam Wiratmoko dan Camat Lubuk Baja Novi Hasmadyastuti.
“Setelah dari RS. Elizabeth, Pak Walikota (Batam), kemudian melanjutkan pembagian nasi kotak lebaran di lampu merah Simpang Baloi Centre kepada ojek online, pengendara sepeda motor, petugas kebersihan,” kata Camat Lubuk Baja, Novi Hasmadyastuti menjawab PROBATAM.CO, Minggu (24/5/2020) malam.

Tampak tenaga medis dan pasien di rumah sakit swasta tersebut, sangat senang dan tidak menduga Walikota Batam H. Muhammad Rudi hadir langsung memberikan nasi kotak.
“Mereka sangat senang, dan beberapa pasien juga minta foto bersama dengan Bapak Walikota Batam, ” ungkap Novi.
Pada tahun ini, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, yang ingin berbagi keceriaan Lebaran, bahkan hingga ke rumah sakit dan pinggir-pinggir jalan.
Ia ingin semua warganya tetap merasakan nuansa Lebaran, meski di tengah situasi sulit akibat wabah Covid-19 yang telah melanda sejak beberapa bulan ini.
“Hari ini saya hadir untuk membagi apa yang ada pada kita untuk rakyat. Kita ingin berbagi untuk merayakan hari Idul fitri ini,” tutur Rudi.
Namun, Rudi juga mengungkapkan kekuatiran ada sebagian warganya yang tak bisa merasakan nuansa Lebaran, di tengah situasi perekonomian Batam yang sedang terpuruk ini.
Karena itu, dengan hadirnya pemerintah di tengah masyarakat, ia berharap warganya tetap tegar dan bersama-sama berupaya mengubah keadaan tersebut.
“Momen hari yang fitri ini bisa kita jadikan simbol kemenangan dan motivasi untuk melawan Covid-19,” kata dia.
Tak hanya untuk petugas dan warga di rumah sakit, Rudi juga membagikan bingkisan itu bagi warga lain di berbagai kecamatan di Batam. Bertajuk Idulfitri berbagi-nasi kotak lebaran, total ada 15 ribu makanan yang dikemas dalam kotak yang disebar untuk warga tersebut.

Rudi bersama istrinya, Marlin Agustina, juga membagikan makanan tadi ke sejumlah warga di Kecamatan Lubukbaja, Batuampar dan Batamkota. Bingkisan ini merupakan upaya gabungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Dalam kegiatan Idulfitri berbagi-nasi kotak lebaran itu, pemerintah juga menerapkan protokol kesehatan. Seperti, tidak dibenarkan adanya kerumunan massa, semua petugas menerapkan jaga jarak (physical distancing) serta menggunakan masker.
“Meski tak bisa bersilaturahmi dengan berjabat tangan langsung, kita berharap Lebaran ini menjadi kemenangan kita bersama,” ujarnya.
Pembagian santapan Lebaran ini disebar ke masing-masing kecamatan. Tujuannya, agar tidak ada kerumunan warga saat pembagian makanan tersebut. Rudi juga mengaku, berkeinginan agar Lebaran tahun ini dapat berkumpul dengan warganya. Namun, situasi pandemi ini membuat silaturahmi harus dikemas berbeda.
“Kami, mewakili pemerintah mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Rudi. (iin/mcb).




Komentar