Beranda / Olahraga / Cristian Romero Kukuhkan Status sebagai Pahlawan Argentina

Cristian Romero Kukuhkan Status sebagai Pahlawan Argentina

PROBATAM.CO, Batam – Bek tengah Cristian Romero tampil gemilang di Amerika Utara, bukan hanya berkat ketangguhannya dalam bertahan, tetapi juga karena keberaniannya maju membantu serangan yang menghasilkan gol penting ke gawang Mesir.

Argentina 3-2 Mesir

Gol Argentina
C. Romero 79′
L. Messi 83′
E. Fernández 90+3′

Gol Mesir
Y. Ibrahim 15′
M. Ziko 67

Pekan ini, Cristian Romero mengukir namanya dalam jajaran bek tengah legendaris Argentina. Berkat golnya saat membawa Argentina menyingkirkan Mesir di Babak 16 Besar, pemain berusia 28 tahun itu sejajar dengan nama-nama besar seperti Daniel Passarella dan Roberto Perfumo. Namun, bukan hanya gol itu yang membuatnya layak mendapat pengakuan. Sepanjang Piala Dunia FIFA 2026, Romero tampil luar biasa dengan menunjukkan ketenangan, keberanian, dan semangat juang yang tinggi. Karakter tersebut juga mendapat pengakuan di tanah kelahirannya, tempat ia kini dipandang sebagai salah satu pemimpin tim nasional.

Dari Makasar, Pemkab Bandung Siap Perkuat Peran PKK Wujudkan Keluarga Berkualitas

Kepemimpinan itu terlihat jelas ketika tim asuhan Lionel Scaloni berada di ambang tersingkir saat menghadapi Mesir pada Selasa. Romero memutuskan maju ke lini depan dan mencetak gol yang menjadi awal kebangkitan dramatis Argentina.

“Naik menjadi penyerang murni terjadi begitu saja. Dalam situasi tertinggal dua gol, pertandingan memang bisa membawa Anda ke momen seperti itu,” ujar Romero. “Semua itu datang dari dalam diri kami karena kami sedang tertinggal dan semuanya terasa tidak berjalan sesuai harapan. Saya maju, bola datang ke arah saya, lalu saya menyundulnya menjadi gol.”

Sambil tertawa, ia menambahkan, “Kalau Scaloni melihat saya melakukan itu lagi, dia pasti akan membunuh saya!”

Argentina vs Mesir pertandingan antara Argentina dan Mesir di Atlanta Stadium pada Selasa, 7 Juli pukul 12:00 (waktu setempat).
Adapun pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mengatakan tentang Romero: “Saat kami tertinggal 2-0, saya tidak mengatakan apa pun kepadanya. Nanti akan saya sampaikan bahwa terkadang dia terlalu sering membawa bola karena memang agak terobsesi dengan itu. Waktu masih bermain di Atalanta, dia melakukan hal tersebut karena bermain dalam sistem yang berbeda dan sering maju menjadi penyerang. Saat melawan Mesir, ketika kami tertinggal 2-0, saya masih bisa memakluminya. Tetapi ketika skor sudah menjadi 2-1, dia maju lagi. Dan dia tahu betul betapa saya tidak menyukai hal itu.

“Semua momen tersebut lahir dari salah satu karakteristik unik bek Tottenham Hotspur itu, yakni kebiasaannya keluar dari lini pertahanan untuk mengejar lawan jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan atau menggiring bola ke depan layaknya seorang gelandang. Scaloni mengakui bahwa sikap berani mengambil risiko tersebut merupakan bagian penting dari identitas Romero sebagai pemain.

Tradisi Unik, Festival Mancing Ngarong Perkaya Kearifan Lokal Batam

“Terkadang kami meminta Cuti [julukan Romero] untuk tidak maju ke depan, tetapi dia tetap melakukannya,” ujar Scaloni setelah laga uji coba melawan Ekuador pada Juni 2024, ketika bek tersebut menyumbang assist untuk satu-satunya gol Angel Di Maria. “Kemampuan dan keinginannya untuk ikut menyerang sangat mengesankan. Kadang-kadang kami sampai memegang kepala di bangku cadangan karena dia meninggalkan ruang kosong yang besar di belakang, tetapi nalurinya selalu mendorongnya untuk maju. Dia menunjukkan jati dirinya, sama seperti saat bermain untuk Atalanta dengan aksi-aksi menggiring bolanya. Dia pemain yang berbeda. Dia menularkan rasa percaya diri dan kami tidak bisa menghilangkan hal itu darinya.”

Setelah Argentina menang 1-0 atas Ekuador di laga kualifikasi, Scaloni bahkan menyamakan energi Romero dengan tokoh pahlawan super. “Ketika orang-orang mulai menempatkannya di atas pedestal, dia merasa dirinya seperti He-Man. Luar biasa,” katanya. Meski begitu, Scaloni juga menilai Romero harus belajar menghemat tenaga. “Dia bek tengah yang luar biasa. Terkadang dia harus menghindari beberapa kali berlari jauh karena berlari 50-60 meter bukan hal yang baik. Itu membuatnya kelelahan dan tim sedikit kehilangan keseimbangan di lini belakang. Tetapi saya lebih memilih dia melakukan itu daripada bermain tanpa semangat.”

Cara bermain pemain berusia 28 tahun itu juga memberi rasa aman bagi rekan-rekannya yang bermain lebih ke depan, seperti diungkapkan Rodrigo De Paul pada 2023. “Memiliki Cuti di belakang saya adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam karier saya karena dia membuat saya berani bermain lebih maju,” ujarnya. “Dia selalu ingin berada di dekat saya. Saya sudah terbiasa naik membantu serangan tanpa perlu melihat ke belakang, dan itu sangat menyenangkan bagi seorang gelandang bertahan karena saya bisa lebih fokus melihat apa yang terjadi di depan tanpa cepat kelelahan.”

Lionel Messi mengungkapkan hal serupa saat menyebut Romero sebagai “bek tengah terbaik di dunia” pada September 2023. Ia kemudian menjelaskan, “Memiliki dia di belakang saya adalah hal terbaik yang pernah terjadi bagi saya. Dia selalu membuat saya bermain lebih maju karena ingin menghadapi lawannya dalam duel satu lawan satu. Saya sudah terbiasa tidak melihat ke belakang, dan itu bagus bagi seorang pemain menyerang.”

Meski demikian, Romero sendiri memahami bahwa sebesar apa pun kontribusinya dalam membantu serangan—seperti saat mencetak gol melawan Mesir dan berperan besar dalam gol kemenangan Argentina atas Tanjung Verde—tugas utamanya tetap bertahan. “Mencetak gol tentu selalu menyenangkan, tetapi tugas kami adalah mencegah lawan mencetak gol,” ujarnya. “Kami bermain dengan baik, tetapi masih harus berkembang karena kami kebobolan empat gol dalam dua pertandingan terakhir dan itu mengganggu kami.”

Dipadati Warga, Festival Asia Afrika Bawa Bandung Semakin Mendunia

Tanpa rasa takut dan pantang menyerah
Romero beberapa kali mengalami cedera selama era kepelatihan Scaloni, termasuk menjelang turnamen ini ketika ia mengalami robekan parsial tingkat tinggi pada ligamen kolateral medial lutut kanannya pada 12 April. Cedera tersebut membuatnya harus berpacu dengan waktu agar pulih tepat waktu untuk masuk ke dalam skuad 26 pemain Argentina. Selain itu, bayang-bayang cedera lama kembali muncul pada awal turnamen saat Argentina menghadapi Austria di Grup J, ketika ia merasakan nyeri yang sama seperti cedera ligamen serius yang membuatnya absen hampir sepanjang Copa America 2021 dan baru kembali tampil pada final melawan Brasil.

Kemenangan 1-0 di Stadion Maracana itu menjadi salah satu langkah awal kebangkitan Argentina. Saat itu Romero baru beberapa pekan membela tim nasional senior, tetapi ia bermain seolah sudah bertahun-tahun mengenakan seragam Argentina. Sejak saat itu, pujian terhadapnya terus berdatangan. Walter Samuel, anggota staf pelatih Scaloni, bahkan menyamakan bek Tottenham Hotspur itu dengan dirinya sendiri. Roberto Ayala, bek legendaris Argentina lainnya, juga memujinya dengan mengatakan, “Dia tidak punya rasa takut. Kami sering harus mengatakan kepadanya, ‘Berhenti, kamu itu bek tengah.’ Kemampuan menyapu bolanya dan ketepatan timing-nya sangat luar biasa.”

Selain itu, satu hal lain yang patut disematkan kepada Romero adalah daya juangnya. Saat berusia 17 tahun, ia sempat mengalami masa sulit di Belgrano, klub pertamanya, hingga mempertimbangkan untuk berhenti bermain sepak bola. Beruntung bagi Argentina, ia memilih bertahan. Kini, ia sudah memiliki satu medali juara Piala Dunia dan sedang memburu gelar keduanya. Selanjutnya, La Albiceleste akan menghadapi Swiss, yang berhasil mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam 72 tahun. Menurut Romero, Argentina harus meningkatkan performanya pada laga tersebut. “Setiap pertandingan selalu sulit bagi kami, dan yang ini juga akan sulit,” ujarnya. “Swiss membuat Kolombia kesulitan dan mendominasi pertandingan dalam waktu yang lama. Mereka memiliki pemain-pemain berkualitas dan ini akan menjadi pertandingan yang bagus.”

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, fokus utama Romero adalah menjaga pertahanan agar tidak kebobolan. Namun, seluruh pendukung Argentina di Kansas City Stadium tahu bahwa jika tim mereka kembali berada dalam situasi sulit, Romero adalah sosok yang selalu siap maju untuk membantu membawa tim keluar dari tekanan.(rzl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement