Beranda / Peristiwa / Cicipi Menu MBG, Kepala SPPG Jati Karanganyar Alami Mual hingga Muntah

Cicipi Menu MBG, Kepala SPPG Jati Karanganyar Alami Mual hingga Muntah

PROBATAM.CO, Jakarta – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jati, Desa Jati, Jaten, Karanganyar, Abra Yodha Raya, mengalami mual, pusing, hingga muntah setelah mencicipi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Peristiwa tersebut terjadi pada 12 Agustus 2026.

Abra menjelaskan, kejadian bermula ketika dirinya menerima laporan dari pihak dapur mengenai menu ayam rempah yang memiliki bau mencurigakan. Untuk memastikan kondisi makanan sebelum didistribusikan, ia kemudian berinisiatif mencicipinya.

“Saya dapat laporan dari dapur, dari chef-nya bilang. Pak ini coba dirasakan sama dibau, ini kalau dari saya ada agak aneh. Ahli gizi juga sudah merasakan, laporan ke saya, terus saya turun tangan,” ujar Abra, Sabtu (12/9).

Menurut Abra, sekitar 10 orang ikut mencicipi makanan tersebut. Mereka terdiri dari dirinya, bagian pengolahan, serta ahli gizi. Namun, hanya Abra yang kemudian mengalami gejala mual, pusing, dan muntah.

“Saya muntah-muntah, mual, dan pusing. Yang mencicipi ada saya, bagian pengolahan juga ikut semua, ada ahli gizi, jadi sekitar 10 orang. Hanya saya yang keracunan,” katanya.

Ibunda Alfonsius Albinus Mehan Menangis Kenang Putranya yang Tewas Ditembak

Abra juga tidak membantah bahwa lauk tersebut memiliki bau yang kurang normal pada bagian dalamnya. Meski demikian, ia menduga kondisi tubuh yang sedang kelelahan akibat banyak aktivitas turut menjadi penyebab dirinya mengalami mual dan pusing.

Menu ayam rempah tersebut diketahui disiapkan untuk batch kedua dengan jumlah 300 porsi penerima. Namun, makanan itu belum sempat dibagikan kepada penerima.

Sebanyak 300 porsi yang sebelumnya telah dibagikan kemudian ditarik kembali sebagai langkah antisipasi dari pihak SPPG. Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk mencegah adanya siswa yang menjadi korban.

“Sebanyak 300 porsi yang sudah dibagikan ditarik kembali. Hal itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi dari SPPG. Tidak sampai ada korban pada siswa. Itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Abra.(lam/kumparan)

Xi Jinping: Konflik di Timur Tengah Tidak Menguntungkan Masyarakat Dunia

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement