Beranda / Nasional / Satukan Langkah Kordinasi Lintas Sektor, Satgas Citarum Gelar Rakor Tuntaskan Persoalan Kohe Di Parongpong

Satukan Langkah Kordinasi Lintas Sektor, Satgas Citarum Gelar Rakor Tuntaskan Persoalan Kohe Di Parongpong

PROBATAM.CO, Bandung Barat – Kotoran hewan jika tidak dikelola dengan baik apalagi dibuang sembarangan bisa berdampak pada lingkungan, harus ada solusi konkret dan berkelanjutan agar tidak mencemari lingkungan, khususnya di aliran sungai yang bermuara ke DAS Citarum.

Hal itu terungkap saat satgas Citarum sektor 8 bersama unsur terkait melaksanakan rapat evaluasi di Bale Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Jum’at 12 September 2026.

Rapat yang dipimpin langsung Dansatgas Citarum, Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto., S.H., langsung membahas langkah terpadu dalam menyelesaikan persoalan limbah kotoran hewan.

Rapat Evaluasi tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai Citarum, sebagaimana amanat dari Perpres no 15 tahun 2018.

Selain Dansatgas Citarum, rapat evaluasi juga dihadiri Dansektor 8 Kolonel Inf Masrief dan jajaran, Staf Sekretariat Posko Citarum Sandy, Kadis Peternakan KBB drh. Wiwin Aprianti, Camat Parongpong Drs. Agus Ganjar Hidayat, Danramil Cisarua Kapten Inf Asep Syaripudin serta para Kepala Desa dan Kelompok Peternak juga unsur koperasi.

4 Kru Selamat Setelah Kapal Terbakar dan Tenggelam di Tengah Laut Anambas

Dalam rapat evaluasi, semua peserta yang hadir baik itu dari Pemerintah Daerah, Satgas Citarum, Pemerintah Desa, Koperasi dan Kelompok Peternak bersama-sama menyatukan langkah untuk memperkuat pengelolaan limbah peternakan langsung dari sumbernya.

Disampaikan Dansatgas, persoalan Kohe tidak hanya dipandang sebagai persoalan kebersihan lingkungan, tetapi sebagai bagian penting dari upaya menjaga kualitas air dan ekosistem di Citarum.

Kolonel Inf Yanto Kusno Hendarto menegaskan, penyelesaian Kohe membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, terutama peternak masyarakat yang berkaitan langsung dengan kondisi lingkungan di sekitar daerah aliran sungai.

“Persoalan Kohe tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak, satgas Citarum bersama pemerintah daerah, desa dan koperasi serta kelompok peternak harus duduk bersama mencari solusi yang dapat dilaksanakan dilapangan,” ujar Dansatgas Citarum.

Yang paling penting, kata Dansatgas, bagaimana limbah tersebut dapat dikelola dengan baik, sehingga tidak lagi mencemari lingkungan dan aliran air.

Pencarian Terus Dilakukan, Farhan Ajak Warga Doakan Keselamatan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Menurut Kolonel Inf Yanto Kusno, pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan solusi dan memberi manfaat bagi masyarakat, limbah Kohe yang selama ini menjadi persoalan lingkungan perlu diarahkan dan dikelola agar bisa dimanfaatkan secara tepat, sehingga memiliki nilai guna bagi sektor pertanian maupun peternakan.

Ditempat yang sama, Dansektor 8 Kolonel Inf Masrief menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memperkuat pengawasan dan pendampingan di wilayahnya.

Khususnya, lanjut Dansektor, terhadap aktivitas peternakan yang berpotensi memberikan dampak pada aliran sungai.

“Kami disektor 8 siap mendukung langkah bersama untuk menyelesaikan persoalan Kohe, penanganan harus dimulai dari sumber dengan meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan para peternak dalam mengelola limbah,” ucap Dansektor.

Diingatkan Dansektor 8, jangan sampai Kohe dibuang ke selokan atau aliran sungai karena dampaknya akan kembali kepada masyarakat dan lingkungan.

26 Tahun PIKORI BP Batam: Merawat Kebersamaan dan Terus Menebar Manfaata

Lebih lanjut, Kolonel Inf Masrief mengatakan, sinergi dengan pemerintah desa, koperasi dan kelompok peternak menjadi kunci agar pengelolaan kohe dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Kami berharap, dari rapat evaluasi ini lahir langkah nyata yang bisa langsung diterapkan dilapangan, tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga mendorong adanya solusi pengelolaan Kohe yang bermanfaat bagi peternak, sekaligus menjaga kelestarian DAS Citarum,” tuturnya.

Dansektor yakin, dengan kolaborasi antara satgas Citarum, pemerintah daerah, desa koperasi dan peternak, upaya pengendalian pencemaran DAS Citarum diharapkan dapat dilakukan lebih efektif, terukir dan berkelanjutan.

Satgas Citarum berkomitmen untuk terus mendorong perubahan perilaku masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi nyata dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.Pb/Rie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement