PROBATAM.CO, Jakarta – Asian Boxing U-19 & U-23 Championships 2026 resmi berakhir dengan catatan membanggakan bagi Indonesia. Tidak hanya sukses sebagai tuan rumah penyelenggara kejuaraan tinju terbesar di Asia untuk kelompok usia muda, Indonesia juga menunjukkan kebangkitan prestasi dengan meraih satu medali emas, satu perak, dan lima perunggu—hasil terbaik dalam beberapa dekade terakhir di level Kejuaraan Asia.
Selama 14 hari penyelenggaraan, kejuaraan ini mempertemukan ratusan petinju terbaik Asia dalam hampir 300 pertandingan yang berlangsung kompetitif. Ajang tersebut diikuti 328 atlet dari 23 negara dengan mempertandingkan 40 nomor. Catatan ini sekaligus menjadi momentum penting kembalinya Indonesia sebagai penyelenggara kejuaraan tinju internasional setelah puluhan tahun.
Sekretaris Jenderal PP PERBATI Hengky Silatang mengatakan keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari federasi, pemerintah, mitra olahraga, hingga dukungan masyarakat. Menurutnya, Indonesia tidak hanya ingin dikenal sebagai penyelenggara yang mampu menghadirkan event berstandar internasional, tetapi juga sebagai negara yang kembali diperhitungkan dari sisi prestasi.
“Sudah hampir 34 tahun kami mengidamkan ada lagi kejuaraan tinju internasional digelar di Indonesia. Kolaborasi dengan Asian Boxing berjalan sangat baik dan seluruh tim bekerja maksimal. Yang paling membanggakan bukan hanya penyelenggaraannya yang sukses, tetapi atlet-atlet kita juga mampu menunjukkan hasil yang luar biasa. Untuk pertama kalinya Indonesia meraih medali emas nomor putri di Kejuaraan Asia U-19. Ini menjadi tonggak penting kebangkitan tinju Indonesia,” ujar Hengky.
Raihan satu emas, satu perak, dan lima perunggu bahkan melampaui target yang sebelumnya dipasang PP PERBATI. Mengingat persiapan atlet dilakukan dalam waktu relatif singkat, hasil tersebut dinilai menjadi modal besar untuk membangun prestasi menuju level yang lebih tinggi.
“Target kami sebenarnya sederhana karena masa persiapan atlet hanya sekitar satu setengah hingga dua bulan. Tetapi hasilnya justru melampaui ekspektasi. Sudah puluhan tahun kita menantikan pencapaian seperti ini. Ini membuktikan bahwa dengan pembinaan yang tepat dan dukungan semua pihak, Indonesia mampu kembali bersaing di level Asia,” kata Hengky.
Keberhasilan Indonesia sebagai tuan rumah juga mendapat apresiasi tinggi dari Asian Boxing. Sekretaris Jenderal Asian Boxing Ali Mousa Mahmoud menyebut penyelenggaraan di Jakarta sebagai salah satu kejuaraan terbaik yang pernah ia saksikan.
Ali mengungkapkan bahwa hampir 300 pertandingan selama dua pekan berlangsung tanpa satu pun walkover, sesuatu yang menurutnya sangat langka dalam penyelenggaraan kejuaraan tinju internasional.
“Dalam hampir 20 tahun saya berkecimpung di dunia tinju, saya belum pernah melihat turnamen dengan nol walkover. Itu berarti atlet menjalankan tugasnya dengan baik, pelatih bekerja maksimal, perangkat pertandingan menjalankan fungsinya, dan panitia lokal melakukan pekerjaannya dengan sangat baik. Ini adalah turnamen yang luar biasa di semua aspek,” ungkap Ali.
Menurutnya, keberhasilan Indonesia bukan hanya terlihat dari kualitas penyelenggaraan, tetapi juga peningkatan performa atlet yang kini mampu menembus jajaran lima besar Asia. Ali bahkan meyakini Indonesia telah memiliki kapasitas untuk menggelar kejuaraan yang lebih besar.
“Baru sekitar satu tahun sejak federasi tinju Indonesia berdiri kembali, kini Indonesia sudah menjadi salah satu kekuatan lima besar Asia. Padahal Asia merupakan benua dengan persaingan tinju terkuat di dunia. Ini pencapaian yang patut diapresiasi,” tegas Ali.
Ali juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
“Saya sangat puas dengan penyelenggaraan ini. Para atlet memberikan umpan balik yang sangat positif. Jika atlet merasa senang, maka kami juga senang. Saya yakin Indonesia bukan hanya siap menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia, tetapi juga siap menyelenggarakan Kejuaraan Dunia,” imbuhnya.
Sementara itu, Olympian Athena 2004 Bonyx Saweho menilai keberhasilan menjadi tuan rumah sekaligus meraih prestasi merupakan momentum yang telah lama dinantikan insan tinju nasional.
“Sebagai mantan atlet saya merasa sangat bangga melihat Indonesia kembali menjadi tuan rumah kejuaraan sebesar ini. Yang lebih membanggakan lagi, atlet-atlet kita mampu menunjukkan prestasi terbaik, termasuk meraih medali emas. Saya berharap seluruh masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan agar tinju Indonesia semakin berprestasi, baik di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade,” tutup Bonyx.(rzl)





Komentar