Beranda / Peristiwa / AS Mulai Kehabisan Hampir 80 Persen Rudal Pertahanan dalam Konflik Melawan Iran

AS Mulai Kehabisan Hampir 80 Persen Rudal Pertahanan dalam Konflik Melawan Iran

PROBATAM.CO, Batam – Amerika Serikat dilaporkan mulai mengalami penurunan signifikan dalam persediaan rudal pertahanan udara di tengah konflik dengan Iran yang masih berlangsung. Hampir 80 persen stok rudal pertahanan disebut telah digunakan untuk menghadapi serangan dari Teheran.

Sistem pertahanan rudal yang ditempatkan di sejumlah negara kawasan Teluk telah banyak dimanfaatkan untuk mencegat rudal dan drone yang diluncurkan Iran.

Berdasarkan informasi dari sejumlah sumber, para komandan senior militer Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa cadangan amunisi Pentagon semakin menipis dan berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesiapan pertahanan.

Cadangan sistem pertahanan udara utama milik AS di kawasan Timur Tengah dilaporkan telah terkuras akibat intensitas penggunaan dalam menghadapi serangan Iran.

Dua sumber yang mengetahui laporan terbaru mengenai persediaan senjata mengungkapkan bahwa Amerika Serikat telah menggunakan hampir empat perlima stok rudal THAAD dibandingkan jumlah sebelum konflik dimulai. Selain itu, sekitar separuh persediaan rudal pencegat Patriot juga telah digunakan sejak awal perang. Informasi mengenai menipisnya stok rudal THAAD tersebut sebelumnya belum pernah dipublikasikan.

Dokter Alex Cristo Diduga Bunuh Diri, Depresi Terkait Pinjol

The Center for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan bahwa sebelum konflik dengan Iran pecah, Amerika Serikat memiliki sekitar 2.200 rudal Patriot dari dua varian platform paling modern serta 452 rudal THAAD dalam persediaannya.

Sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah juga menyampaikan kekhawatiran terhadap berkurangnya sistem pertahanan udara yang tersedia. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menghadapi kemungkinan serangan balasan Iran apabila Presiden Donald Trump memutuskan kembali meningkatkan eskalasi konflik.

Beberapa negara sekutu yang bergantung pada sistem pertahanan udara milik Amerika Serikat mengakui bahwa keterbatasan persediaan rudal dapat mengurangi kemampuan mereka untuk mencegat serangan rudal maupun drone Iran, sebagaimana disampaikan oleh sejumlah pejabat.

Persoalan menipisnya stok persenjataan kembali menjadi perhatian menjelang keputusan Presiden Donald Trump pada akhir pekan lalu untuk membatalkan rencana serangan lanjutan terhadap Iran.

Dalam pembahasan mengenai kemungkinan peningkatan eskalasi konflik, para penasihat militer senior Trump secara khusus menyampaikan kekhawatiran terkait semakin berkurangnya cadangan amunisi utama milik Amerika Serikat.

Nova Kembali Tangani Ganda Campuran Pelatnas

Sumber yang mengetahui laporan internal Pentagon juga menyebutkan bahwa Angkatan Darat Amerika Serikat telah menggunakan hampir seluruh persediaan senjata permukaan-ke-udara jarak jauh berpresisi tinggi selama berlangsungnya konflik.

Sebelumnya, Reuters menjadi media pertama yang melaporkan kekhawatiran mengenai menipisnya persediaan rudal presisi jarak jauh milik Amerika Serikat.(lam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement