PROBATAM.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam sukses menyelamatkan potensi pendapatan negara senilai Rp18.820.259.094. Angka fantastis tersebut merupakan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sewa perairan Terminal Khusus (Tersus) di Batam untuk periode tahun 2021 hingga 2025.
Keberhasilan penagihan dan penataan ini ditandai dengan agenda Serah Terima dan Pemberian Penghargaan atas Pendampingan Hukum (Legal Assistance) Penyelesaian PNBP Sewa Perairan pada Tersus BP Batam yang digelar pada Minggu (21/9/2026). Dalam acara tersebut, Kepala Kejari Batam, I Wayan Wiradarma, menyerahkan realisasi PNBP tersebut secara simbolis kepada Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.
Kepala Kejari Batam, I Wayan Wiradarma menegaskan bahwa capaian masif ini merupakan buah dari kolaborasi solid berbagai lini. “Penyelesaian kewajiban PNBP merupakan hasil sinergi Kejaksaan Negeri Batam, BP Batam, asosiasi, dan para pelaku usaha,” ujar I Wayan di hadapan para undangan.
Dari total 135 pemegang Tersus yang masuk dalam radar penanganan, per September 2026 tercatat sudah ada 111 perusahaan yang patuh melunasi kewajibannya. Menurut I Wayan, gelombang penataan ini bergulir sejak berlakunya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas.
Aturan tersebut mengubah peta tata kelola dan pemanfaatan ruang perairan Tersus di Batam. Lewat Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Batam maju memberikan fasilitasi serta pendampingan hukum agar hak negara terpenuhi tanpa mengabaikan iklim investasi.
Apresiasi tinggi pun datang dari Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. Ia menyebut optimalisasi PNBP sangat krusial karena sektor ini menjadi bahan bakar utama yang menopang berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di Batam. Amsakar mengajak seluruh elemen untuk memupuk we feeling atau “rasa berkita” demi menjaga tren positif ekonomi Batam yang meroket di angka 7,28 persen pada semester I 2026.
Komitmen menjaga kepastian hukum dan iklim usaha yang kondusif ini juga terus diperkuat oleh Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Langkah taktis ini diharapkan kian mendongkrak daya saing Batam sebagai poros perdagangan, industri, dan kepelabuhanan internasional.
Agenda ini ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada instansi dan asosiasi pelayaran/galangan kapal yang berkontribusi aktif, di antaranya KSOP Khusus Batam, Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), hingga DPC IPERINDO Batam. (*)
Editor: IW





Komentar