Beranda / Batam / Air Baku Nongsa Menipis, Interkoneksi Pipa Duriangkang Dikebut

Air Baku Nongsa Menipis, Interkoneksi Pipa Duriangkang Dikebut

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano. Foto. Humas BP Batam.

PROBATAM.CO, Batam – Kondisi air baku di Waduk Nongsa yang terus tertekan akibat minimnya curah hujan membuat BP Batam bergerak cepat. Interkoneksi pipa dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang dikebut untuk menjaga pasokan air bersih ke rumah-rumah warga di Nongsa dan sekitarnya.

Pekerjaan interkoneksi pipa berdiameter 250 milimeter sepanjang sekitar 30 meter di Jalan Hang Lekiu, Sambau, Nongsa, ditargetkan rampung pada Senin malam (5/10/2026). Setelah pekerjaan selesai, aliran air ke pelanggan diperkirakan kembali normal secara bertahap mulai Selasa malam.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan langkah tersebut dilakukan karena kondisi sumber air baku Nongsa perlu mendapat perhatian serius. Curah hujan yang relatif rendah membuat ketersediaan air baku ikut terpengaruh.

“Memang kondisi sumber air baku Nongsa saat ini perlu kita sikapi bersama. Kondisi cuaca dan curah hujan yang relatif rendah turut memengaruhi ketersediaan air baku. Karena itu, pekerjaan interkoneksi ini kami lakukan untuk mengejar kebutuhan pelayanan bagi warga dan pengaturan suplai perlu dilakukan agar sumber air yang tersedia dapat dikelola secara optimal,” kata Denny.

Selama pekerjaan berlangsung, BP Batam menyiapkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga. Tangki disiagakan di depan Polda Kepri melalui hidran pemadam. Pendistribusiannya dikawal Polsek Nongsa bersama Tim SPAM.

Wujud Komitmen Pelindungan Negara, KJRI Johor Bahru Fasilitasi Kepulangan 87 WNI dan PMI

Denny mengatakan dukungan suplai dari IPAM Duriangkang secara khusus disiapkan untuk wilayah Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Nongsa, dan kawasan sekitarnya.

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat di tengah kondisi sumber air baku Nongsa saat ini,” ujarnya.

Tekanan terhadap sumber air baku Nongsa tidak terlepas dari kondisi cuaca. Pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga awal Oktober 2026 menunjukkan fenomena El Niño masih berada pada kategori sangat kuat.

Kondisi itu tercermin dari nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar minus 20,4 dan indeks Niño 3.4 mencapai plus 3,44 pada Dasarian I Oktober. BMKG menyebut kondisi El Niño tersebut cenderung membatasi pembentukan awan hujan secara luas di Indonesia.

Waduk Nongsa menjadi salah satu sumber air yang paling terdampak akibat rendahnya curah hujan selama musim kemarau hingga Dasarian I Oktober 2026.

Bikers Stylo160 Keliling Batam, Lanjut Adu Gaya dan Nyanyi Bareng

“Memang kondisi sekarang ini terjadi tidak hanya di Batam, melainkan juga di sebagian besar wilayah Indonesia. Ada gejala El Niño yang sangat kuat sehingga mengakibatkan banyak kekeringan meteorologis,” ujar Denny.

Selain faktor cuaca, kondisi kawasan tangkapan air juga menjadi perhatian. Aktivitas perambahan dan penambangan pasir di kawasan tangkapan air dinilai dapat mengurangi kemampuan lahan dalam menyerap dan menyimpan air. Pada akhirnya, kondisi tersebut berpengaruh terhadap jumlah air yang masuk dan tersimpan di waduk.

Karena itu, selain mengandalkan interkoneksi, BP Batam juga melakukan pengaturan suplai air agar pelayanan tetap berjalan di tengah keterbatasan sumber air baku.

Denny mengatakan PT Air Batam Hilir bersama BU SPAM BP Batam akan melakukan penyesuaian suplai dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku Nongsa.

“Penyesuaian suplai air dilakukan untuk menjaga pelayanan dengan mempertimbangkan kondisi sumber air baku di Nongsa,” katanya.

Sepanjang September, 1.009 Penumpang Diduga Hendak Bekerja Nonprosedural Dicegah Berangkat

Penyesuaian tersebut berpotensi membuat tekanan dan waktu aliran air berubah di sejumlah wilayah, terutama saat jam pemakaian puncak. Sejumlah kawasan yang berpotensi merasakan dampaknya antara lain Batam Center, Panorama Regency, Buana Vista, Prasetya, Renggali, Bintang Raya, Bida 3, The Hill, Paragon, Bukit Palem, Pemko Sekawan, Taman Raya, BSI dan sekitarnya.

Dampak penyesuaian juga berpotensi dirasakan pelanggan di kawasan Batu Aji-Sagulung, Sei Lekop dan sekitarnya.

“Penyesuaian ini merupakan langkah mitigasi untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku maupun distribusi di lapangan sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan,” ujar Denny.

Di tengah kondisi tersebut, BP Batam mengimbau pelanggan yang aliran airnya masih terpenuhi agar ikut menjaga ketersediaan air. Masyarakat diminta menghindari penggunaan air secara berlebihan, mengatur pemakaian pada jam-jam puncak, dan menyiapkan cadangan air secukupnya.

“Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama pelanggan. Bersama, kita gunakan air secara bijak,” kata Denny.

Masyarakat juga diminta memperoleh informasi terkait kondisi distribusi maupun menyampaikan keluhan melalui saluran resmi layanan pelanggan Air Batam Hilir.

Dengan interkoneksi dari Duriangkang dan pengaturan suplai tersebut, BP Batam berharap tekanan terhadap sistem air bersih di Nongsa dapat dikurangi. Di saat yang sama, efisiensi penggunaan air oleh masyarakat menjadi penting untuk menjaga pasokan di tengah kondisi cuaca yang belum bersahabat. (*)

Editor: IW

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement