Beranda / Nasional / Dedi Mulyadi: Banjir Berulang di Bandung Karena Alih Fungsi Lahan

Dedi Mulyadi: Banjir Berulang di Bandung Karena Alih Fungsi Lahan

PROBATAM.CO, Batam – GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai banjir berulang di wilayah Bandung terjadi akibat perubahan tata ruang yang tak terkendali selama bertahun-tahun. Dia menyebut kawasan Bandung telah kehilangan ruang resap air karena maraknya alih fungsi lahan menjadi permukiman. 

“Di Bandung hampir tidak ada lagi sawah, tidak ada lagi rawa, tidak ada lagi danau. Semuanya sudah berubah menjadi pemukiman,” kata dia di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan pada Kamis, 11 Desember 2025.

Dedi menyebut pembangunan kawasan elite kerap dimulai dengan pengurukan lahan, sementara tanah urug diambil dari wilayah lain sehingga menyebabkan penurunan permukaan di area tersebut. Sehingga ketika hujan tiba, yang menjadi korban adalah daerah yang permukaannya turun.

Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah mulai merelokasi warga yang tinggal di kawasan rawan banjir di sepanjang aliran Citarum, baik di wilayah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA). Pemprov Jabar, kata dia, telah menyiapkan hunian kontrak selama satu tahun bagi warga terdampak sebelum menentukan lokasi relokasi permanen pada awal 2026. Setelah pembebasan lahan dilakukan, wilayah rawan banjir akan dikembalikan menjadi kawasan sungai, area penyerapan air, serta bantaran yang diperlebar.

Selain penataan sungai, Dedi juga menargetkan penghentian alih fungsi lahan di kawasan Ciwidey yang sebelumnya dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Ia menyebut banyak kebun teh yang ditebang dan diganti dengan kebun sayur, termasuk sebagian kawasan kehutanan yang mengalami pola serupa. “Ini yang akan kita gerakkan. Kita ubah lagi menjadi perkebunan teh dan tanaman keras yang dikelola Dinas Perkebunan dan Dinas Kehutanan,” katanya.

Israel Akui Foto Tentara IDF Pukul Patung Yesus di Lebanon Asli

Sumber : TEMPO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement