Beranda / Peristiwa / Dendi Bantah Soal Kabar Asrama Haji Jadi Tempat Karantina WNI dari Wuhan

Dendi Bantah Soal Kabar Asrama Haji Jadi Tempat Karantina WNI dari Wuhan

Pemko dan BP Batam bantah asrama haji jadi tempat karantina WNI dari Wuhan. (photo: int)

PROBATAM.CO, Batam – Rencananya Kementerian luar negeri dalam surat edaran yang menjadikan Batam, Kepulauan Riau (Kepri) sebagai salah satu daerah alternatif kepulangan 243 WNI dari China, benar adanya.

Hal dibenarkan juga dari surat permohonan Izin prinsip Charter Flight yang diajukan Batik Air kepada Dirjen Perhubungan Udara Kementrin Perhubungan RI, agar menerbitan izin prinsip untuk rute penerbangan ke Wuhan.

Dalam Surat tersebut, pesawat berbadan besar yang dipesan Kementrian Luar Negeri (Kemenlu) akan terbang ke Wuhan melalui bandara Soekarno Hatta pada tangal 1 Februari 2020 yang terbang sekitar pukul 06.00 – 12.00.

Kemudian dari Wuhan akan langsung terbang ke Batam yang diperkirakan tiba di Bandara Hang Nadim sekitar pukul 19.00 WIB.

Hanya saja belum diketahui secara pasti, setelah tiba di Batam, 243 WNI tersebut akan dikarantina dimana.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Direktur BUBU Bandara Internasional  Hang Nadim, Suwarso membenarkan atas jadwal penerbangan tersebut, hanya saja dirinya belum tahu setelah tiba di Batam akan dilakukan karantina dimana 243 WNI tersebut.

“Baru dari Batik air dan sepertinya memang Batik Air,” kata Suwarso, Jumat malam (31/1/2020).

Suwarso mengaku dari surat yang dikeluarkan Batik Air diperkirakan WNI tersebut tiba di Batam sekitar pukul 19.00 WIB, Sabtu (1/2/2020).

Sementara Kepala Bidang Karantina dan Surveline Epidemiologi Kota Batam dr Romer Simanungkalit mengaku KKP sudah melakukan rapat, dan pada dasarnya pihaknya siap untuk mensukseskan misi pemerintah pusat dalam mengevakuasi WNI yang ada di Wuhan.

“Karantinya sepertinya di Kepri, hanya saja belum diketahui apakah dilakukan di Batam atau ada pulau lain yang akan ditunjuk sebagai lokasi karantina 243 WNI yang baru tiba dari Wuhan ini,” jelas Romer.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam Dendi Gustinandar. ( photo : fb/dendi)

Tidak Benar, Soal kabar asrama haji Batam akan jadi tempat Karantina WNI dari Wuhan

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi, membantah bahwa pemerintah telah memutuskan akan mengarantina WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China, di Asrama Haji Kota Batam.

“Berita yang beredar tidak tepat. Tadi rapat di KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) belum konklusif, besok rapat dilanjutkan,” ujar Didi kepada wartawan, Jumat (31/1/2020) malam melalui pesan singkat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan Batam Dendi Gustinandar.

Sehubungan dengan beberapa pemberitaan mengenai penerbangan yang membawa WNI dari Wuhan ke Batam, dimana dalam beberapa pemberitaan tersebut, WNI yang dievakuasi akan dikarantina di Asrama Haji Batam.

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

“Kami sampaikan bahwa, sampai dengan saat ini, tidak ada pembahasan mengenai hal tersebut dari pihak-pihak terkait, termasuk rencana melakukan proses karantina di Asrama Haji Batam.”kata Dendi, dilansir dari katabatam.

Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada instruksi dari pimpinan BP Batam untuk menjadikan Asrama Haji Batam sebagai tempat karantina seluruh WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China.

“Asrama haji memang disiapkan sebagai tempat karantina apabila ada kejadian di Batam saja, bukan menjadi tempat Karantina evakuasi seperti yang dimaksud dalam pemberitaan. Demikian kami sampaikan sebagai bahan informasi untuk meluruskan beberapa pemberitaan yang beredar,”pungkas Dendi, Jumat malam. (31/1/2020). (hai/iin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement