PROBATAM.CO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyerahkan aset tanah seluas 137,1 hektare di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan) untuk dimanfaatkan oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Lahan yang sebelumnya merupakan aset pertambangan batu bara itu akan digunakan untuk mendukung kepentingan pertahanan negara.
Penyerahan dilakukan melalui alih status penggunaan Barang Milik Negara (BMN) berupa 102 bidang tanah. Proses tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Kementerian ESDM dan Kemhan c.q. Kopassus.
Aset tanah dengan luas total 1.371.227 meter persegi tersebut berada di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Tanah itu berasal dari Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Multi Harapan Utama (MHU), dengan nilai perolehan mencapai Rp70,68 miliar.
Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara (PPBMN) Kementerian ESDM, Rakhmawati, menyampaikan bahwa pengalihan aset tersebut merupakan bentuk kerja sama antarkementerian dan lembaga dalam mendukung upaya menjaga keamanan serta kedaulatan Indonesia.
Ia menjelaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki wilayah yang luas dan kekayaan alam yang perlu dijaga. Karena itu, ketahanan energi dan keberlanjutan pengelolaannya menjadi faktor penting dalam mendukung keamanan nasional.
“Sebagai negara yang berada di garis depan kawasan strategis, keberlanjutan dan ketahanan energi menjadi salah satu faktor utama dalam menunjang keamanan nasional, khususnya di wilayah perbatasan,” ujar Rakhmawati dalam keterangan tertulis yang dikutip Sabtu (7/11).
Dengan penandatanganan BAST, penggunaan aset BMN tersebut secara resmi beralih kepada Kemhan/Kopassus. Selanjutnya, tanggung jawab pengelolaan dan pemanfaatan lahan berada pada pihak penerima sesuai tugas dan fungsinya.
Rakhmawati berharap penyerahan aset tersebut dapat meningkatkan kemampuan operasional TNI serta memberikan kontribusi bagi pembangunan sektor pertahanan dan keamanan nasional.
“Kami berharap alih status penggunaan BMN ini dapat memperkuat operasional TNI dan memberikan manfaat yang maksimal bagi pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia,” katanya.
Ia juga berharap kerja sama antara Kementerian ESDM dan Kemhan semakin kuat melalui penyerahan aset tersebut. Selain itu, pemanfaatan lahan diharapkan dapat berjalan optimal untuk menunjang pelaksanaan tugas Kopassus.
Pengalihan aset ini merupakan bagian dari upaya Kementerian ESDM dalam mengoptimalkan pemanfaatan BMN. Dengan demikian, aset negara tidak hanya mendukung sektor energi dan sumber daya mineral, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan strategis nasional.(lam/kumparan)





Komentar