Beranda / Berita Terbaru / Kabut Asap Selimuti Batam, PM2.5 Tembus 82,9 dan Masuk Kategori Tidak Sehat

Kabut Asap Selimuti Batam, PM2.5 Tembus 82,9 dan Masuk Kategori Tidak Sehat

Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan Kota Batam, Senin (14/9) pagi. BMKG Batam mencatat konsentrasi PM2.5 mencapai 82,9 µg/m³ atau masuk kategori tidak sehat.

PROBATAM.CO, Batam – Kabut asap menyelimuti sejumlah kawasan Kota Batam, Senin (14/9) pagi. Pandangan di sejumlah lokasi tampak berkabut, sementara kualitas udara juga mengalami penurunan hingga masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut terpantau di sejumlah kawasan permukiman, termasuk Tiban, hingga kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Di beberapa lokasi, bau asap juga cukup terasa.

Pagi ini kualitas udara Batam masuk kategori tidak sehat. Hasil konsentrasi partikulat (PM2.5) Batam di angka 82,9 µg/m³,” ujar Kepala BMKG Kelas I Hang Nadim Batam, Ramelan, melalui pesan singkat, Senin (15/9).

Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Batam, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tersebut berada di atas kondisi normal. Ramelan menyebut, dalam kondisi normal konsentrasi PM2.5 di Batam berada di bawah 50 µg/m³.

Kabut yang terlihat pada pagi hari, kata Ramelan, tidak seluruhnya disebabkan oleh asap. Tingginya kelembapan dan banyaknya embun di pagi hari turut membuat udara tampak lebih keruh.

BP Batam Dorong Penataan Estetika Kota, Monumen Simpang Barelang Mulai Dibangun

Kondisi ketika udara terlihat berkabut akibat partikel dan uap air yang tertahan di dekat permukaan tersebut dalam istilah meteorologi disebut haze.

“Pagi hari masih banyak embun, sehingga udara tampak kabur. Dalam istilah meteorologi kita sebut haze,” jelasnya.

Meski demikian, BMKG Batam menduga penurunan kualitas udara tersebut berkaitan dengan asap kiriman dari sejumlah wilayah di daratan Sumatera. Asap terbawa pergerakan angin hingga mencapai wilayah Kepulauan Riau.

Kondisi atmosfer yang membuat partikel dan uap air bertahan di dekat permukaan kemudian membuat kabut lebih mudah terlihat. Hal ini juga beriringan dengan meningkatnya konsentrasi PM2.5 yang terukur pada Senin pagi.

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam masih menunggu data resmi mengenai kondisi kualitas dan ketebalan asap sebelum memastikan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

PWI Kepri Tunda Penyerahan Anugerah Warta Marwah, Hormati Suasana Duka Batam

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Batam, Angraeni Nawang Wulan, mengatakan dampak kesehatan tidak bisa langsung disimpulkan hanya berdasarkan kondisi kabut yang terlihat secara kasatmata.

“Untuk pengukur ketebalan asap di Batam itu kita masih menunggu dari dinas terkait. Kalau bicara dampak, kita harus melakukan evaluasi melalui data. Jadi kita belum bisa bicara dampak,” ujarnya.

Meski demikian, Dinkes Batam telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum kembali normal.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan. Masyarakat juga diminta memperhatikan kondisi kesehatan, terutama jika mulai mengalami keluhan seperti batuk, mata merah, sesak napas, maupun gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Selain menggunakan masker, warga dianjurkan menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan air putih serta mengonsumsi buah dan sayuran.

Batam Khitong Fest 2026 Jadi Ruang Pertemuan Budaya di Batam

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pernapasan yang semakin berat atau tidak kunjung membaik.

Dengan kualitas udara yang terpantau masuk kategori tidak sehat, masyarakat diminta terus memantau perkembangan informasi resmi terkait kualitas udara dan kondisi atmosfer sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement