PROBATAM.CO, Jakarta – Tim SAR gabungan menggunakan Helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 untuk membantu pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten. Delapan orang tersebut terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal.
Helikopter tersebut terbang dengan rute ATS-SAS Pantai Carita-ATS. Pesawat lepas landas dari ATS pada pukul 08.20 WIB dan tiba di Pantai Carita sekitar pukul 09.05 WIB pada Sabtu (12/9).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan dukungan dari udara diperlukan untuk memperluas jangkauan operasi pencarian. Pemantauan melalui udara juga memungkinkan tim SAR melihat wilayah pencarian dari sudut pandang yang berbeda.
“Dengan dukungan ini, kami berharap jangkauan pemantauan dapat semakin luas sehingga setiap kemungkinan adanya petunjuk keberadaan delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera teridentifikasi,” ujar Al Amrad di Pandeglang, Sabtu (12/9), dikutip dari Antara.
Ia menyebut seluruh unsur SAR gabungan tetap menjalankan operasi sesuai rencana yang telah ditetapkan. Dalam pelaksanaannya, kondisi cuaca dan keselamatan para personel tetap menjadi perhatian.
Helikopter HR-3604 disiagakan untuk membantu pencarian, terutama dalam memperluas pemantauan dari udara di sekitar Gunung Anak Krakatau dan wilayah perairan Selat Sunda.
Dalam penerbangan tersebut, terdapat enam kru yang berada di dalam helikopter, yakni Kapten Pnb Dimas, Kapten Pnb Zulham, Lettu Pnb Garini, Peltu Nurdin, Sertu Henri, dan Prada Prasetyo. Tidak ada penumpang dalam penerbangan itu.
Saat helikopter tiba di Pantai Carita, kondisi cuaca dilaporkan cerah. Angin bertiup sekitar 2 knot dari arah timur ke barat, sedangkan jarak pandang tercatat kurang dari 8 kilometer.
Peristiwa hilangnya rombongan tersebut bermula ketika lima jurnalis bersama tiga awak kapal berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Rombongan tersebut diketahui menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan mengenai aktivitas vulkanik di wilayah tersebut. Namun, mereka kemudian mengalami hilang kontak dan hingga kini masih dalam pencarian.
Lima jurnalis yang belum ditemukan terdiri dari pewarta foto Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.
Selain kelima jurnalis tersebut, terdapat tiga orang lainnya di dalam speedboat, yakni nakhoda, Anak Buah Kapal (ABK), dan seorang pemandu.(lam/cnnindonesia)





Komentar