Beranda / Olahraga / Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti di Dallas

Mesir Singkirkan Australia Lewat Adu Penalti di Dallas

Mesir mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti untuk melaju ke Babak 16 Besar setelah bermain imbang 1-1 di Dallas Stadium, Jumat.

FIFA
Australia 1-1 Mesir (2-4 Adu Penalti)
Gol Australia: gol bunuh diri Hany (55′)
Gol Mesir: Ashour (13′)

Mesir mencetak sejarah baru di Dallas setelah meraih kemenangan pertama mereka di fase gugur putaran final Piala Dunia, dengan mengalahkan Australia 4-2 melalui adu penalti setelah bermain imbang 1-1.

Pada pertandingan sebelumnya, The Pharaohs mengalahkan Selandia Baru untuk mencatat kemenangan pertama mereka di panggung dunia. Kini mereka merayakan kemenangan kedua atas wakil kawasan Antipodea setelah sukses dalam adu penalti yang dipastikan oleh Hossam Abdelmaguid, menyusul kegagalan Harry Souttar dan Lucas Herrington dari kubu Australia.

The Pharaohs unggul lebih dulu lewat gol cepat Emam Ashour, namun gol bunuh diri Mohamed Hany pada babak kedua membuat pertandingan yang berlangsung ketat harus ditentukan melalui adu penalti.

Jaga Ekosistem Rempang, PT MEG Bangun Budaya Peduli Lingkungan Bersama Masyarakat

Bagi tim asuhan Hossam Hassan, hadiah atas kemenangan ini adalah tiket ke Babak 16 Besar di Atlanta pada 7 Juli untuk menghadapi pemenang laga Argentina vs Tanjung Verde yang berlangsung pada Jumat malam.

Socceroos nyaris mendapatkan awal yang sempurna ketika tendangan jarak jauh Cristian Volpato membentur sisi atas mistar gawang pada menit-menit awal. Namun justru mereka yang tertinggal setelah Ashour mencetak gol dari fase kedua sebuah situasi bola mati pada menit ke-13.

Tembakan pertama sang gelandang sempat diblok, tetapi ketika Karim Hafez mengirim bola kembali ke dalam kotak penalti, Ashour menyundulnya masuk di tiang jauh. Pemain berusia 28 tahun itu belum pernah mencetak gol untuk tim nasional sebelum tiba di Amerika Utara, tetapi kini telah mengoleksi dua gol di Piala Dunia.

Australia yang diperkuat banyak pemain muda tampil penuh semangat, tetapi gagal menciptakan peluang emas. Tantangan mereka semakin berat ketika bek sayap Jordan Bos mengalami cedera lutut yang memaksanya digantikan oleh Kai Trewin saat turun minum. Meski begitu, mereka sempat mendapat keberuntungan sesaat setelah babak kedua dimulai ketika Omar Marmoush lolos sendirian, namun penyelesaian akhirnya melebar dari sasaran.

Tim asuhan Tony Popovic memanfaatkan momen tersebut, dengan ancaman mereka dari situasi bola mati menghasilkan gol penyeimbang. Aiden O’Neill mengirim tendangan bebas dari sisi kiri, dan Mohamed Hany justru menyundul bola ke gawangnya sendiri untuk mencatat gol bunuh diri keduanya di turnamen ini.

Hashim Djojohadikusumo Lantik Pengurus Srikandi Jaga Desa se-Indonesia, ABPEDNAS dan SMSI Kerja Sama Dukung Program Jaga Desa

Mesir seharusnya mampu mengakhiri pertandingan pada waktu normal andai Patrick Beach tidak melakukan penyelamatan gemilang dengan satu tangan untuk menggagalkan sundulan keras Rami Rabia yang menyambut umpan Mohamed Salah. Salah, yang dinyatakan fit meski sempat dikhawatirkan mengalami masalah hamstring, kemudian memberi umpan kepada Haissem Hassan, tetapi tembakannya berhasil diblok dengan brilian oleh Harry Souttar.

Australia memasukkan kiper pengganti Mat Ryan menggantikan Patrick Beach sesaat sebelum peluit akhir dibunyikan, tetapi keputusan itu tidak membuahkan hasil karena Mesir sukses mengeksekusi seluruh tendangan penalti mereka, termasuk penalti bergaya Panenka yang dieksekusi dengan tenang oleh Salah.

Australia telah menjalani tiga pertandingan fase gugur di Piala Dunia dan selalu kalah, yakni dari Italia (1-2) pada 2006, Argentina (1-2) pada 2022, sebelum kali ini disingkirkan oleh Mesir.(rzl)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement