PROBATAM.CO, Batam – Rencana pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang mendapat penolakan dari sejumlah warga, Selasa (14/7). Penolakan itu terekam dalam video yang beredar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat sekelompok warga mendatangi lokasi yang direncanakan menjadi area pembangunan sekolah. Mereka kemudian mencabut plang yang telah dipasang di lokasi sebagai penanda proyek.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi tersebut dipicu penolakan warga terhadap penggunaan lahan negara di kawasan Rempang sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih, yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Selain mencabut plang proyek, sejumlah warga juga disebut melakukan perlawanan terhadap petugas yang berada di lokasi. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya kondisi kembali kondusif.
Dari video yang beredar, tampak puluhan warga berkumpul di sekitar lokasi pembangunan. Beberapa di antaranya terlihat mengangkat plang proyek yang telah dicabut dari tanah, sementara warga lainnya menyaksikan dari tepi jalan.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak BP Batam, pemerintah daerah maupun aparat kepolisian terkait kronologi lengkap kejadian tersebut, termasuk penyebab penolakan dan langkah yang akan ditempuh setelah insiden tersebut.
Pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi Merah Putih di Rempang sebelumnya direncanakan sebagai bagian dari program pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Perkembangan lebih lanjut mengenai peristiwa ini masih menunggu konfirmasi dari pihak-pihak terkait. (fjr)





Komentar