PROBATAM.CO, Batam – Tingkat pengangguran tetap di Provinsi Kepulauan Riau masih berada pada angka 6,8 persen dari total populasi pekerja aktif yang mencapai 1 juta orang. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus mendorong penguatan kompetensi tenaga kerja lokal berbasis kebutuhan industri.
Kepala Disnakertrans Provinsi Kepri, Dr. H. Diky Wijaya, M.Si., mengatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah konkret dalam upaya pengurangan pengangguran dengan menggelar pelatihan soft skill bersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini dirancang agar para peserta dapat langsung terserap di berbagai sektor industri seperti industri berat, elektronik, hingga perhotelan.
“Kami telah membina sebanyak 16 peserta dalam berbagai keahlian, mulai dari las teralis, listrik arus kuat, komputer, pengelasan (welder), hingga perhotelan. Alhamdulillah, dari yang awalnya belum memiliki kemampuan, kini mereka telah memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Bahkan sebagian sudah langsung bekerja di bidangnya, dan sebagian lainnya sedang menjalani masa magang di perusahaan-perusahaan mitra,” ungkap Diky.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa upaya pelatihan berbasis kompetensi ini akan terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya. Kolaborasi dengan berbagai stakeholder, baik dari sektor pendidikan, industri, maupun lembaga pelatihan, akan menjadi kunci dalam mencetak tenaga kerja lokal yang siap pakai dan mampu bersaing.
“Komitmen kami adalah terus melakukan yang terbaik untuk mendorong tersedianya tenaga kerja yang berkualitas dan sesuai kebutuhan industri di Provinsi Kepulauan Riau,” tegasnya.
Langkah strategis ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah pertumbuhan industri yang terus berkembang di wilayah Kepulauan Riau. (*/hdu)




Komentar