PROBATAM.CO, Jakarta – Hasil survei terbaru Ipsos mengungkapkan, bahwa 53 persen masyarakat Indonesia mengaku puas dengan bantuan dari pemerintah selama pandemi Covid-19. Survei ini dilakukan secara online mulai 16 hingga 24 Juni 2021.
Dari berbagai program bantuan yang diberikan pemerintah, ada tiga program bantuan yang paling banyak didapatkan masyarakat. Yaitu program prakerja dengan persentase 24 persen, subsidi listrik 19 persen, dan subsidi kuota internet 18 persen pada sektor pendidikan.
Dalam survei, masyarakat mengungkapkan bahwa ketiga program bantuan tersebut juga dirasa paling bermanfaat ialah prakerja 35 persen, subsidi listrik 26 persen, dan kuota internet 25 persen untuk menunjang pembelajaran daring.
“Selain itu, 60 persen masyarakat Indonesia mengakui jelasnya komunikasi pemerintah dalam penyampaian informasi terkait panduan pencegahan Covid-19,” demikian dikutip dari laporan survei Ipsos pada Sabtu (14/8).
Data ini merupakan hasil survei gelombang keempat yang dilakukan Ipsos untuk memahami perkembangan opini, dan perilaku konsumsi masyarakat di Asia Tenggara selama pandemi. Survei diadakan secara online, pada 16 – 24 Juni 2021 yang mencakup negara di Asia Tenggara yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina.
Survei ini merupakan bagian dari rangkaian survei Ipsos yang telah dilakukan sebelumnya yaitu gelombang 1 pada Juni 2020, gelombang 2 pada September 2020, dan gelombang 3 pada Februari 2021.
Sentimen Positif Masyarakat Terhadap Ekonomi Nasional dan Keuangan Pribadi
Ipsos juga mengungkapkan, mayoritas masyarakat di Asia Tenggara memiliki sentimen positif terhadap situasi ekonomi nasional negara mereka. Dibandingkan dengan hasil survei gelombang 3 pada Februari 2021, terlihat semakin banyaknya masyarakat di negara Asia Tenggara yang menyatakan kondisi ekonomi nasional telah membaik.
Pada laporan survei Ipsos ini, diketahui bahwa 41 persen masyarakat Indonesia menyatakan bahwa kondisi ekonomi nasional dinilai semakin membaik. Jika dibandingkan dengan hasil survei gelombang ketiga pada Februari 2021, hanya 25 persen masyarakat yang menilai kondisi ekonomi pada saat itu baik.
“Peningkatan signifikan ini, menunjukkan lebih banyak masyarakat Indonesia yang merasakan adanya pemulihan ekonomi nasional secara nyata,” tulis Ipsos dalam laporannya.
Pemulihan ekonomi disebut terasa semakin nyata, seiring dengan perbaikkan situasi keuangan pribadi masyarakat. Secara keseluruhan, mayoritas masyarakat di Asia Tenggara (76 persen) merasa bahwa kondisi keuangan pribadi mereka membaik. Singapura adalah negara dengan persentase masyarakat terbanyak yang mengakui kondisi keuangan pribadinya membaik (83 persen).
Kemudian disusul Vietnam dan Filipina (masing-masing 79 persen), Malaysia (76 persen), Indonesia (75 persen), dan Thailand dengan persentase terendah (64 persen). (*)
Sumber: Merdeka.com




Komentar