PROBATAM.CO, Batam-
Bismillahirrahmanirrahim
salam pada alam, langit dan bumi
salam pada api dan asap yang menari kian kemari
tuan
kita tetap sahaja korban dan dikorbankan. bernafas dalam pekat asap. ya asap, tapi tak asap. sebab tungku tungku tak melahirkan sesak, dan banyak tungku tak berasap
tuan
aku tak percaya ini bencana. aku curiga asap tapi tak asap yang menari bersama angin kian kemari, bahkan melampaui sempadan negeri, adalah rencana tahunan yang tersusun rapi.
ketika hutan hutan telah rata tanpa pohon, semak belukar dan hewan hewan liar. lalu alat alat berat mendarat, jalan jalan dibuka, lobang lobang digali.
tak lama, hutan yang terbakar atau sengaja dibakar menjelma puluhan ribu hektare kebun kebun sawit mereka.
sementara, ketika asap tapi tak asap menyesakkan dada kita, mereka hanya menyaksikan dari gedung gedung tinggi dengan suhu udara yang mereka atur dengan tombol di tangan sambil berbaring di ranjang dan sofa sofa empuk. pukimak
tuan
kita tetap sahaja jadi korban dan dikorbankan. ini asap tapi tak asap. setiap tahun terjadi. lalu kemarau ditumbalkan. mereka sadar tapi tak sadar telah menyindir menyalahkan Tuhan. mereka memang tempoyak belachan.
hai tempoyak belachan, jangan kira kau pemilik api pemilik bumi, sesukasuka memantik membakar hutan hutan kami. lalu kau semai penas menyelimuti hari hari kami.
sedang kau dan karib kerabatmu pukimak tempoyak belachan bersendagurau negosiasi dalam ruang ruang berpendingin tanpa polusi serupa hari hari yang kami lalui.
hai kau tempoyak belachan, ku maki kau, sebab kau tempoyak belachan, yang selalu membagi derita pada kami. sedang kau sesukasuka bagi bagi upeti dan posisi.
dan kami kalian bagi sesak di dada menghirup asap yang terus menari nari menemani langkah derita kami ke pasar pasar, ke pabrik pabrik, ke sawah ke ladang, ke dermaga, ke laut dan kemana mana.
hai pukimak tempoyak belachan, dengan puisi apa, dengan kata apa aku harus datang padamu. agar kau paham tentang deritaku dan semua karib kerabatku serata negeri. jawab, jangan kata asap tapi tak asap. sedang kami selalu azab.
tarmizi
lamankata rumahitam, 13 oktober 2026





Komentar