PROBATAM.CO, Batam – Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026 yang akan berlangsung pada 2–5 Juli 2026 di Dataran Engku Putri, Batam Centre, akan menghadirkan berbagai kelompok seni dari dalam dan luar negeri. Salah satu penampil yang siap memeriahkan panggung budaya serumpun tersebut adalah Ritma Bayu Dancer dari Sabah, Malaysia.
Kehadiran Ritma Bayu Dancer menjadi salah satu bentuk penguatan hubungan budaya antara masyarakat Melayu serumpun yang selama ini menjadi semangat utama Kenduri Seni Melayu.
Melalui pertunjukan yang mengangkat kekayaan seni tradisional dan kontemporer, kelompok seni ini diharapkan mampu memberikan pengalaman budaya yang berkesan bagi masyarakat Batam maupun wisatawan yang hadir.
Ritma Bayu Dancer merupakan kelompok seni yang berdiri pada tahun 2022 di Sabah, Malaysia. Meski tergolong baru, perkembangannya terbilang pesat.

Berawal dari empat orang penari, kini kelompok tersebut telah berkembang menjadi organisasi seni dengan lebih dari 40 penari dan tenaga kreatif yang aktif terlibat dalam berbagai pertunjukan budaya di dalam maupun luar Malaysia.
Kelompok ini dikenal memiliki kemampuan membawakan berbagai genre tari, mulai dari tari tradisional Melayu, tari tradisional Sabah dan Sarawak, hingga tari modern dan kontemporer.
Keberagaman repertoar tersebut menjadikan Ritma Bayu Dancer sering dipercaya mengisi berbagai acara resmi maupun nonresmi yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah, swasta, maupun komunitas budaya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran Ritma Bayu Dancer menjadi bukti bahwa Kenduri Seni Melayu telah berkembang menjadi ruang kolaborasi budaya yang melibatkan pelaku seni dari berbagai negara serumpun.
“Kehadiran kelompok seni dari Malaysia menjadi simbol kuat bahwa budaya Melayu mampu menyatukan masyarakat lintas negara melalui bahasa seni dan budaya. Kenduri Seni Melayu tidak hanya menjadi kebanggaan Batam, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi budaya serumpun,” ujarnya.
Menurut Ardiwinata, partisipasi kelompok seni dari luar negeri juga memberikan kesempatan bagi masyarakat Batam untuk mengenal lebih dekat ragam seni budaya yang berkembang di kawasan Melayu.
“Melalui pertunjukan seperti ini, masyarakat dapat melihat kekayaan ekspresi budaya yang dimiliki negara-negara serumpun. Ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian sekaligus promosi budaya Melayu di tingkat regional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menyampaikan bahwa pemilihan Ritma Bayu Dancer sebagai salah satu penampil didasarkan pada kualitas pertunjukan dan komitmen mereka dalam mengembangkan seni budaya tradisional.
“Ritma Bayu Dancer memiliki visi yang kuat dalam memartabatkan seni tari tradisional Melayu serta melahirkan generasi muda yang mencintai budaya. Nilai-nilai itu sejalan dengan semangat Kenduri Seni Melayu yang terus kita kembangkan di Batam,” kata Samson.
Ia menambahkan bahwa kelompok seni asal Sabah tersebut dikenal mampu mengemas pertunjukan tradisional secara menarik tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi identitasnya.
“Kami berharap kehadiran mereka dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkaya wawasan para pelaku seni di Batam, khususnya generasi muda yang sedang menekuni bidang seni pertunjukan,” ujarnya.
Ritma Bayu Dancer memiliki visi untuk menjadi organisasi seni tari yang profesional dan berdaya saing dalam memartabatkan seni tari sebagai warisan budaya sekaligus sumber ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Mereka juga aktif melatih generasi muda serta membangun jejaring kerja sama dengan berbagai lembaga seni dan budaya.
Selain menampilkan tari-tarian Melayu seperti Zapin, Inang, Joget, Lilin, Kipas, Payung dan berbagai tari tradisional lainnya, kelompok ini juga menguasai ragam tari etnik Sabah dan Sarawak yang menjadi kekayaan budaya Malaysia.
Partisipasi Ritma Bayu Dancer dalam Kenduri Seni Melayu 2026 diharapkan semakin memperkuat hubungan budaya antara Indonesia dan Malaysia sekaligus memperkaya sajian seni yang akan ditampilkan selama empat hari pelaksanaan kegiatan.
Sebagai event budaya unggulan Kota Batam yang telah memasuki tahun ke-27 penyelenggaraannya, Kenduri Seni Melayu terus berkembang menjadi panggung budaya serumpun yang mempertemukan seniman, budayawan, dan masyarakat dari berbagai daerah serta negara dalam semangat persaudaraan, pelestarian budaya, dan kebersamaan. (*/hel)





Komentar