PROBATAM.CO, Kota Bandung – GASTRONOMI Prancis dan kekayaan bahan pangan lokal Indonesia bertemu dalam ajang Rendez-vous Rasa: France–Indonesia Gastronomy Week 2026 yang resmi dibuka di Kota Bandung.
Mengusung semangat “Pertemuan Rasa”, program yang berlangsung pada 23 September hingga 4 Oktober 2026 ini menghadirkan puluhan restoran, hotel, bakery, hingga pelaku usaha kuliner yang menyajikan kreasi perpaduan cita rasa Prancis dan Indonesia.
Direktur Institut Français d’Indonésie (IFI) Bandung, Christophe Dreyer, mengatakan Rendez-vous Rasa merupakan transformasi dari program Le Goût de France yang telah memasuki penyelenggaraan tahun keempat. Pergantian nama tersebut menegaskan semangat kolaborasi antara gastronomi Prancis dan Indonesia.
“Rendez-vous Rasa berarti pertemuan rasa. Selama dua minggu ini gastronomi Prancis akan bertemu dengan gastronomi Indonesia. Ini juga menjadi cara kami mempertemukan budaya Prancis dan Indonesia untuk menghasilkan hal-hal baru bersama,” ujar Christophe dalam konferensi pers di The 18th Rooftop Lounge, The Trans Luxury Hotel Bandung, Rabu, 23 September 2026.
Ia menjelaskan, tahun ini Rendez-vous Rasa untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan program Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) 2026 milik Kementerian Pariwisata RI. Kolaborasi tersebut memperkuat posisi ajang ini sebagai pekan gastronomi Prancis-Indonesia yang melibatkan berbagai pihak dari kedua negara.
Secara nasional, lebih dari 150 restoran di 40 kota dan lebih dari 10 pulau ikut berpartisipasi dalam program ini, mulai dari Medan hingga Merauke. Di Bandung, jumlah peserta terus bertambah dengan kehadiran hotel, restoran, bakery, dan coffee shop yang menawarkan menu khusus selama penyelenggaraan Rendez-vous Rasa.
Beberapa peserta yang terlibat di Bandung antara lain The Trans Luxury Hotel Bandung, Hilton Bandung, The Restaurant Padma Hotel Bandung, Goolali Gelato Bar & Patisserie Padma Hotel Bandung, Open Restaurant Ibis Bandung Trans Studio, 19 Lorri Mér, Bodas Bistro, Warung Ubi Ibu, Eskalasi Kopi, hingga Duh Baking Studio.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kreasi dari Warung Ubi Ibu yang mengadaptasi hidangan klasik Prancis menggunakan bahan-bahan khas Indonesia.
Pemilik Warung Ubi Ibu, Vera, memperkenalkan sejumlah menu seperti choux berbahan peuyeum Bandung dan brioche nanas Subang.
“Kami benar-benar ingin menyematkan semangat Rendez-vous Rasa, yaitu pertemuan budaya melalui makanan. Karena makanan bisa menjadi media akulturasi budaya. Kami mengolaborasikan teknik Prancis dengan bahan-bahan lokal seperti singkong, peuyeum Bandung, dan nanas Subang,” ujarnya.
Sementara itu, Executive Pastry Chef Padma Hotel Bandung, Sofyan, menghadirkan kreasi mille-feuille dengan ubi Cilembu sebagai bahan utama. Menu tersebut menjadi simbol pertemuan antara teknik pastry Prancis dengan komoditas unggulan Jawa Barat.
“Kami membawa mille-feuille ubi Cilembu. Ini menjadi representasi bagaimana produk Prancis bisa berpadu dengan bahan lokal yang sangat dekat dengan masyarakat Indonesia,” katanya.
Inovasi serupa juga ditampilkan oleh The Trans Luxury Hotel Bandung. General Manager The Trans Luxury Hotel Bandung, Anggia, memperkenalkan pastry Prancis dengan sentuhan Nusantara yang kini tersedia dalam menu sarapan dan à la carte hotel tersebut.
“Ada pastry khas Prancis yang kami isi dengan rendang dan opor ayam. Ini menjadi salah satu bentuk fusion antara teknik Prancis dengan cita rasa Indonesia yang sangat menarik,” ujarnya.
Menurut Anggia, Kota Bandung juga akan menjadi tuan rumah salah satu agenda utama Rendez-vous Rasa 2026, yakni jamuan makan malam kolaborasi bersama Chef Stéphane Carrade, chef asal Prancis peraih dua bintang Michelin.
“This is the first time di Bandung kami memiliki kolaborasi dengan chef dua bintang Michelin. Kami sangat antusias menyambut Chef Stéphane Carrade di Bandung,” katanya.
Kehadiran Chef Carrade memang menjadi salah satu sorotan utama Rendez-vous Rasa tahun ini. Chef yang dikenal dengan filosofi kuliner berkelanjutan tersebut akan melakukan rangkaian kegiatan di Indonesia dan berkolaborasi dengan Chef Ahmad dari The Trans Luxury Hotel Bandung dalam sebuah jamuan makan malam eksklusif.
Selain menghadirkan pengalaman kuliner, Rendez-vous Rasa juga menawarkan berbagai program edukasi.
Duh Baking Studio, yang telah empat tahun berpartisipasi dalam program ini, kembali menggelar workshop pembuatan roti dan pastry Prancis yang dapat diikuti masyarakat, termasuk anak-anak.
Tak hanya itu, Hilton Bandung turut menghadirkan konsep immersive dining experience yang menggabungkan animasi interaktif dengan sajian kuliner Prancis.
Pengunjung dapat menikmati pengalaman makan malam unik yang menghadirkan karakter chef mini di atas meja sebelum hidangan disajikan.
Untuk melibatkan masyarakat lebih luas, penyelenggara juga menggelar kompetisi fotografi makanan bekerja sama dengan Nikon Indonesia.
Pengunjung yang menikmati menu Rendez-vous Rasa di restoran peserta dapat mengunggah foto pengalaman kuliner mereka ke media sosial untuk berkesempatan memenangkan berbagai hadiah menarik. Rie/Rob*





Komentar