PROBATAM.CO, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi meluncurkan program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi ribuan warga rentan, menjamin perlindungan bagi mereka yang selama ini belum tersentuh jaring pengaman sosial.
Langkah ini diklaim sebagai salah satu upaya terbesar di Indonesia untuk melindungi pekerja sektor informal.
Acara peluncuran yang digelar di Golden Prawn 933, Bengkong, dihadiri lebih dari 1.500 perwakilan dari berbagai elemen masyarakat.
Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari janji politiknya kepada masyarakat.
“Ini adalah bentuk terima kasih saya kepada masyarakat Batam yang telah berkontribusi bagi kemajuan kota. Dan malam ini saya bayar janji politik itu,” kata Amsakar disambut antusiasme para hadirin.
12.847 Warga Batam Terima Manfaat

Sebanyak 12.847 warga Batam kini resmi terlindungi oleh jaminan sosial. Program ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 dengan skema hibah dan bantuan sosial. BPJS Ketenagakerjaan ditunjuk sebagai mitra penyalur.
Penerima manfaat mencakup berbagai profesi, di antaranya:
4.028 Ketua RT/RW/LPM
3.855 Kader Posyandu
109 Kader Siaga Kelurahan
4.703 Pekerja rentan sosial keagamaan
152 Pekerja rentan sosial kemasyarakatan
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbarriau Kepri, Henky Rhosidien, menyatakan dukungannya terhadap program ini. “Semua risiko kerja akan ditanggung dan dilindungi pemerintah,” tegasnya.
Sebelumnya, Pemko Batam juga telah memberikan bantuan serupa kepada para nelayan dan petani. Dengan adanya program terbaru ini, Batam kini disebut sebagai salah satu kota dengan tingkat perlindungan sosial tertinggi di Indonesia, mencakup sekitar 70% pekerja rentan.
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Nurul Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa alokasi anggaran ini telah sesuai dengan regulasi yang berlaku, yakni Perda APBD 2025 yang memungkinkan pemerintah daerah mengalokasikan jaminan sosial.
Salah satu penerima manfaat, Ridwan, seorang perwakilan Kader Desa Siaga, menyambut baik program ini.
“Bagus sekali program ini, karena belum pernah ada bantuan untuk kader desa siaga maupun kader lurah. Semoga berkelanjutan, agar kader-kader berikutnya juga bisa merasakan manfaatnya,” harapnya.***




Komentar