Beranda / Dunia / NASA Resmi Gandeng SpaceX Kirim Manusia ke Bulan

NASA Resmi Gandeng SpaceX Kirim Manusia ke Bulan

NASA memilih SpaceX sebagai tranportasi yang akan menerbangkan manusia dalam misi ke bulan. SpaceX adalah perusahaan milik Elon Musk.(Foto: Net)

PROBATAM.CO, Jakarta – Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) memilih SpaceX sebagai transportasi yang akan menerbangkan manusia dalam misi ke bulan. SpaceX adalah perusahaan transportasi luar angkasa milik Elon Musk.

SpaceX berhasil mengalahkan kontraktor pertahanan Dynetics dan juga Blue Origin besutan Jeff Bezos.

Ini merupakan pertama kalinya NASA hanya memilih satu perusahaan saja. Sebelumnya, NASA memilih beberapa perusahaan sekaligus sebagai antisipasi jika perusahaan lain gagal dalam misi tersebut.

“Hari ini saya sangat gembira, dan kami semua sangat gembira mengumumkan bahwa kami telah memberikan penghargaan kepada SpaceX untuk melanjutkan pengembangan sistem pendaratan manusia terintegrasi,” kata manajer program Sistem Pendaratan Manusia NASA, Lisa Watson-Morgan dikutip dari AFP.

Dalam kontrak kerja sama itu, NASA mengucurkan US$2,9 miliar untuk SpaceX. Dana itu meliputi biaya untuk pembuatan prototipe pesawat ruang angkasa Starship yang saat ini sedang diuji di Texas, AS.

𝐒𝐞𝐤𝐝𝐚 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚 𝐒𝐚𝐦𝐛𝐮𝐭 𝐊𝐮𝐧𝐣𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐊𝐞𝐫𝐣𝐚 𝐏𝐚𝐧𝐠𝐤𝐨𝐠𝐚𝐛𝐰𝐢𝐥𝐡𝐚𝐧 𝐈 𝐝𝐢 𝐊𝐚𝐛𝐮𝐩𝐚𝐭𝐞𝐧 𝐋𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚

Saat ini, Starship sedang menunggu dua kru baru untuk perjalanan ke bulan.

Rencananya, penerbangan ke bulan akan menggunakan roket Starship dan juga Orion. Para astronot akan menghabiskan waktu selama seminggu di bulan. Mereka akan menaiki Starship untuk kembali ke orbit bulan dan membawa Orion kembali ke bumi.

Misi ini akan menjadi penerbangan ke bulan pertama setelah 50 tahun sejak program Apollo pada 1972.

Kali ini, NASA ingin menguji teknologi baru di bulan yang bakal membuka jalan untuk menerbangkan manusia ke Mars. NASA juga ingin membawa orang dengan kulit berwarna pertama di bulan melalui program Artemis.

Secara terpisah, SpaceX juga memiliki rencana untuk menggabungkan Starship dengan roket Super Heavy untuk membuat roket gabungan yang akan menjulang setinggi 120 meter. Roket ini disebut bakal menjadi kendaraan peluncuran paling kuat yang pernah digunakan.
(AFP/dar)

Putin Tolak Temui Zelensky Bahas Akhir Perang: Saya Tidak Melihat Gunanya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement