Beranda / Berita Utama / Munculnya Marlin Rudi Mengubah Peta Pemilihan Gubernur Kepri (part 2)

Munculnya Marlin Rudi Mengubah Peta Pemilihan Gubernur Kepri (part 2)

(Photo: Robby Patria)

PROBATAM.CO, Batam – Semakin dekat dengan masa pendaftaran di Juni 2020, maka Isdianto, Soerya Respationo, Ismeth Abdullah dan Ansar semakin banyak melakukan sosialisasi. Karena masa masa kampanye pilkada 2020 terbilang singkat tak sampai dua bulan. Artinya semakin cepat mendatangi pemilih, adalah pilihan terbaik. Jika menunggu setelah penetapan baru mau melakukan sosialisasi, maka disebut sebagai pengantin yang ketinggalan kereta.

Sampai di akhir Januari 2020, calon yang sudah mendekati kepastian berpasangan adalah Ismeth Abdullah dan Irwan Nasir yang kini menjadi Bupati Meranti dua periode. Namun pasangan ini belum jelas soal perahu partai.

Sehingga beberapa tim intinya mulai menggunakan alternatif jalur perseorangan. Formulir minta dukungan KTP pun mulai ditebarkan di Kepri. Mencari 120 ribu dukungan yang harus diserahkan Februari 2020 bukan perkara mudah. Artinya Ismeth dan Irwan Nasir harus berjuang maksimal mendapatkan partai. Karena pasangan sudah ditemukan. Tapi ‘kapal’ belum ada membawa ke KPU.

Sementara Ansar Ahmad dari Golkar sudah mendapatkan partai. Dengan komposisi 8 kursi di DPRD Kepri, Ansar hanya mencari satu kursi lagi untuk bisa mengusung hingga ke KPU. Jika Ansar bergabung dengan Nasdem maka Marlin otomatis akan menjadi wakil Ansar. Dengan perolehan suara di pemilu 2019 sangat memuaskan lebih dari 150 ribu suara, Ansar memang salah satu kandidat yang dijagokan banyak pihak memimpin Kepri.

Artinya bisa dibayangkan peta Ansar Marlin cukup kuat. Ansar dianggap akan mendapatkan suara di Tanjungpinang, Bintan, Natuna dan Anambas. Sementara Marlin akan diupayakan mendapat dukungan dari pemilih Rudi di pilkada Batam. Karena sebagai putri Karimun, Marlin diprediksi

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

juga akan mendapatkan suara di Karimun. Karena suara pemilih Karimun jika Isdianto ikut pilkada maka hanya ada dua calon kelahiran Karimun yakni Isdianto dan Marlin. Pasangan ini akan akan diperhitungkan di pilkada.

Lalu apakah Ansar serius ikut pilkada Kepri? Itulah pertanyaan yang ada di pemilih. Sanggupkah Ansar meninggalkan kursi DPR RI? Lantas apakah Ansar juga akan menyuruh anaknya atau istrinya ikut pilkada Bintan yang disebut sebut bergandengan dengan Bupati Bintan Apri Sujadi? Membayangkan ayah dan anak ikut pilkada, dan jika berpasangan dengan Marlin, tentu ini jadi kajian menarik dalam perilaku politisi Indonesia soal kekuasaan.

Samuel P Huntington dan Francis Fukuyama  tentu bisa membuat kajian baru soal politik kekinian bagaimana demokrasi di Indonesia jauh berbeda dengan demokrasi Amerika Serikat. Dan demokrasi bersepadu dengan oligarki tak bisa dibanggakan seperti kedua pakar politik barat itu sebutkan dalam teori temuan mereka yang menyebutkan demokrasi saat ini adalah salah satu model terbaik untuk menciptakan kesejahteraan rakyat. Cukuplah kajian dari Edward

Aspinall, dosen politik di Australia National University (ANU), dalam “Democracy for Sale: Pemilu, Klientalisme, dan Negara di Indonesia” cukup menghentak bagaimana demokrasi di Indonesia penuh dengan transaksi jual beli suara.

Lalu bagaimana dengan Isdianto – Marlin? Pasangan ini relatif kurang menguasai di titik Tanjungpinang dan Bintan, maupun Kabupaten Anambas dan Natuna. Pasangan Isdianto Marlin jika jadi akan memaksimalkan suara di kantong kantong Batam dan Karimun.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Hitungannya jika Batam dan Karimun bisa dimaksimalkan, maka kemungkinan menang lebih besar. Karena Batam dan Karimun dengan komposisi suara hampir 700 ribu, sudah menguasai lebih dari 65 persen suara pilkada Kepri yang diprediksi 1,3 juta. Suara di Batam sekitar 500 ribu lebih dan suara di Karimun 170 ribu.

Peta akan menjadi menarik jika selama menjadi Gubernur Kepri mendatang, Isdianto melakukan kunjungan maksimal di daerah. Tentu ini akan membangkitkan citra Isdianto adalah adik almarhum Sani. Membangkitkan gairah Ayah Sani bisa jadi akan menambah daya dorong suara akan ke Isdianto jika dikelola maksimal.

Artinya, suara Isdianto Marlin juka akan kuat. Tak bisa dipandang sebelah mata. Maka, NasDem harus mencari koalisi agar ada partai mengantar pasangan ini ke KPU, yang jadi pertanyaan berikutnya, adalah sejauh mana Rudi dan Merlin akan mampu melawan serangan negatif kampanye soal suami istri yang ikut pilkada. Karena jamak terjadi di Indonesia model seperti ini. selesai… (robby patria)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement