Beranda / Batam / Monyet Diduga Picu Gangguan Gardu Induk, Listrik Batam Belum Normal

Monyet Diduga Picu Gangguan Gardu Induk, Listrik Batam Belum Normal

Blackout turut menyasar Nagoya Hill Mall. Aktivitas di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Batam ini ikut terdampak di tengah pemulihan pasokan listrik yang belum sepenuhnya normal.

PROBATAM.CO, Batam – Gangguan listrik yang melanda Batam selama belasan jam diduga bermula dari masuknya monyet ke area Gardu Induk Sungai Harapan. Gangguan tersebut memicu kerusakan yang berdampak pada sistem kelistrikan dan membuat aktivitas masyarakat hingga pelaku usaha terganggu.

Dampaknya meluas. Aktivitas perdagangan, pusat perbelanjaan, hingga berbagai sektor usaha ikut terdampak akibat pasokan listrik yang terhenti. Hingga Selasa (13/10/2026), pemulihan belum sepenuhnya tuntas. PLN Batam masih mengatur pasokan listrik secara bergilir karena kemampuan pembangkit belum kembali optimal.

“Berdasarkan indikasi awal, gangguan diduga dipicu oleh masuknya hewan liar (monyet) ke area Gardu Induk Sungai Harapan yang menyebabkan kerusakan hingga berdampak pada sistem kelistrikan,” kata Sekretaris PLN Batam, Rudi Antoni, melalui keterangan tertulis, Selasa pagi.

Meski dugaan penyebab awal telah disampaikan, PLN Batam belum memerinci bagian instalasi yang rusak maupun bagaimana hewan tersebut bisa memicu gangguan hingga berdampak luas. Sementara itu, proses pemulihan masih menghadapi kendala pada sisi pembangkitan listrik.

Salah satu kendala utama adalah belum optimalnya operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam. Gangguan pada gardu induk sebelumnya turut memengaruhi operasional pembangkit tersebut, sehingga dibutuhkan waktu untuk mempersiapkannya kembali menghasilkan daya listrik.

Air Belum Normal di Batam, 319 Trip Mobil Tangki Disiapkan

“Secara teknis, untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang kemarin tidak beroperasi karena gangguan pada gardu induk, maka proses persiapan co-firing pada PLTU Tanjung Kasam memerlukan waktu sebelum kembali beroperasi secara optimal untuk bisa menghasilkan daya listrik,” ujar Rudi.

Co-firing merupakan metode pembakaran dua jenis bahan bakar secara bersamaan, yakni batu bara dan biomassa. Persiapan teknis diperlukan sebelum pembangkit dapat kembali beroperasi secara optimal.

Belum pulihnya kemampuan pembangkitan membuat pasokan listrik yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara bersamaan. Karena itu, PLN Batam menerapkan pengaturan listrik bergilir di sejumlah wilayah Kota Batam.

“Sehingga dengan belum beroperasinya PLTU, PLN Batam melakukan pengaturan pasokan listrik secara bergilir di sebagian wilayah Kota Batam,” jelas Rudi.

Persoalan berikutnya adalah kepastian waktu pemulihan. PLN Batam belum menyampaikan estimasi kapan pasokan listrik dapat kembali normal sepenuhnya. Jadwal pengaturan listrik berikutnya juga masih bergantung pada perkembangan kondisi sistem pembangkit.

Polsek Batam Kota Monitoring Lima SPBU yang Beroperasi 24 Jam, Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

“Untuk informasi bergiliran untuk hari ini, adapun untuk selanjutnya melihat sistem pembangkit listrik. Mohon doanya agar pulih cepat,” ucapnya.

Ketidakpastian tersebut membuat masyarakat dan pelaku usaha harus menyesuaikan aktivitas dengan kondisi pasokan listrik. Gangguan ini juga menunjukkan besarnya dampak ketika sistem kelistrikan terganggu, mulai dari kegiatan rumah tangga hingga operasional pusat perdagangan dan usaha.

PLN Batam masih melakukan pemulihan secara bertahap. Adapun penyebab pasti kerusakan di Gardu Induk Sungai Harapan, termasuk rincian gangguan dan perkembangan pemulihan pembangkit, masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak PLN Batam. (*)

Editor: IW

Satsamapta Polresta Barelang Distribusikan Air Bersih untuk Warga di Sagulung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement