PROBATAM.CO, Jakarta – Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohamed bin Zayed Al Nahyan atau Pangeran MBZ menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Abu Dhabi pada Minggu (27/9). Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan MBZ dan menjadi pertemuan yang untuk pertama kalinya dikonfirmasi secara resmi oleh pihak UEA.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas hubungan bilateral serta berbagai upaya untuk memperkuat kerja sama antara UEA dan Israel. Kantor berita resmi UEA, WAM, melaporkan hal tersebut, sementara Kantor Perdana Menteri Israel melalui akun X menyebut pembicaraan juga mencakup berbagai tantangan regional. Netanyahu diketahui datang bersama istrinya atas undangan Presiden Mohamed bin Zayed.
Untuk kunjungan tersebut, Netanyahu turut didampingi sejumlah pejabat senior Israel, termasuk Kepala Dewan Keamanan Nasional, Kepala Mossad, Sekretaris Militer, dan Penasihat Kebijakan Luar Negeri. Kehadiran para pejabat tersebut menyertai agenda yang berlangsung di tengah situasi regional yang masih diwarnai konflik.
Konfirmasi resmi mengenai pertemuan MBZ dan Netanyahu ini menjadi yang pertama disampaikan oleh UEA. Sebelumnya, pada Maret 2026, Abu Dhabi sempat membantah kabar mengenai pertemuan kedua pemimpin tersebut. Kabar itu muncul tidak lama setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu perang hingga saat ini.
Di tengah situasi tersebut, isu Iran menjadi salah satu fokus utama dalam pertemuan terbaru kedua pemimpin. Mengutip Arab News edisi Selasa (29/9), tiga pejabat senior Israel mengatakan pertemuan di Abu Dhabi berlangsung selama enam jam dan membahas isu tersebut.
Hubungan UEA dengan Israel sendiri telah terjalin secara diplomatik melalui Abraham Accords yang disponsori Donald Trump pada 2020. Sejak diserang dalam perang dengan Iran, UEA disebut semakin memperkuat hubungannya dengan Amerika Serikat dan Israel. Hubungan dengan Israel juga disebut memberikan UEA daya tawar untuk memperoleh pengaruh di kawasan sekaligus membuka saluran komunikasi dengan Washington.(lam/kumparan)





Komentar