Beranda / Internasional / Malaysia Siapkan Mandatori Bioavtur Sawit 2027, Ikuti Langkah Indonesia

Malaysia Siapkan Mandatori Bioavtur Sawit 2027, Ikuti Langkah Indonesia

PROBATAM.CO, Jakarta – Pemerintah Malaysia berencana menerapkan kewajiban pencampuran bahan bakar penerbangan berkelanjutan (sustainable aviation fuel/SAF) berbasis minyak sawit sebesar 1 persen mulai 1 Januari 2027. Kebijakan tahap awal ini akan diberlakukan untuk penerbangan internasional yang berangkat dari Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Dikutip dari Bernama, Minggu (8/11), Menteri Perkebunan dan Komoditas Malaysia, Datuk Seri Noraini Ahmad, mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan konsultasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor penerbangan terkait rencana penerapan kebijakan tersebut.

Noraini menyebut pemerintah memahami tantangan yang sedang dihadapi industri penerbangan, khususnya kenaikan biaya operasional dan tekanan keuangan akibat dinamika pasar energi global.

Untuk mendukung ketersediaan bahan baku dan produksi bioavtur, Malaysia telah mengoperasikan fasilitas produksi SAF EcoCeres di Johor sejak Oktober 2025. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 420.000 ton metrik per tahun.

Selain itu, fasilitas biorefinery milik Petronas di Pengerang direncanakan mulai beroperasi pada semester kedua 2028 dengan kapasitas produksi sebesar 650.000 ton metrik per tahun.

Kasus Penyadapan Prabowo, Komisi III DPR Bakal Telusuri Dalang dan Motif

Dengan beroperasinya kedua fasilitas tersebut, Malaysia memperkirakan kapasitas produksi SAF nasional dapat melampaui 1 juta ton metrik per tahun pada 2028. Pemerintah menilai langkah ini dapat memperkuat posisi Malaysia sebagai pusat produksi SAF di kawasan regional.

Di sisi hulu, pemerintah juga menyiapkan anggaran sebesar RM1,37 miliar atau sekitar Rp5,21 triliun melalui Rencana Malaysia ke-13 (13MP). Dana tersebut dialokasikan untuk Skema Insentif Pembiayaan Peremajaan Kelapa Sawit Pekebun Kecil guna menjaga keberlanjutan pasokan bahan baku.

Indonesia Lebih Dahulu Siapkan Bioavtur Sawit

Rencana Malaysia tersebut mengikuti langkah Indonesia yang sebelumnya telah menetapkan target penerapan mandatori SAF sebesar 1 persen mulai 2027 untuk penerbangan komersial internasional.

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Sokhib Al Rokhman, menyampaikan bahwa implementasi kebijakan tersebut tinggal menyesuaikan kesiapan pasokan dari PT Pertamina (Persero).

Aksi Rakyat Bela Indonesia Sampaikan Lima Tuntutan, Desak Penegakan Putusan MK dan MA soal Gibran

Pertamina diketahui telah memproduksi SAF berbahan dasar campuran minyak sawit dan minyak jelantah (used cooking oil) di Kilang Cilacap. Perusahaan juga tengah menyiapkan pengembangan teknologi serupa di Kilang Dumai dan Balongan.

Produk SAF tersebut telah memperoleh sertifikasi internasional ISCC EU dan CORSIA sebagai bagian dari pemenuhan standar keberlanjutan bahan bakar penerbangan.

“Harapan kami pada 2027 adalah penerapan SAF 1 persen blended dengan avtur yang ada. Kemenhub menyesuaikan dengan peta jalan pasokan Pertamina,” kata Sokhib dalam Indonesia Aero Summit 2026, Rabu (8/7).

Sebelumnya, uji coba penggunaan bioavtur berbasis sawit telah dilakukan pada armada PT Pelita Air Service untuk rute Jakarta–Denpasar selama enam bulan.

Pada tahap awal, penerapan SAF sebesar 1 persen di Indonesia akan difokuskan pada penerbangan internasional dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar.

Utang Negara Berkembang Capai Rekor USD 9,4 Triliun, Beban Bunga Kian Berat

Selanjutnya, persentase pencampuran SAF direncanakan meningkat secara bertahap hingga mencapai target 30–50 persen pada 2060.(lam/kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement