PROBATAM.CO, Jakarta – Wakil Ketua Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menggratiskan biaya pendidikan negeri mulai dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri. Meski demikian, ia menilai pelaksanaan kebijakan tersebut harus disertai perhitungan fiskal yang matang.
Lalu mengatakan pendidikan gratis pada prinsipnya sangat mungkin direalisasikan. Namun, pemerintah perlu terlebih dahulu menentukan secara jelas cakupan biaya yang dimaksud dalam program tersebut. Menurutnya, tanggungan negara tidak hanya mencakup uang sekolah atau Uang Kuliah Tunggal (UKT), tetapi juga biaya operasional, pembangunan dan pemeliharaan sarana-prasarana, kebutuhan guru, serta berbagai kebutuhan pembelajaran.
Ia memperkirakan kebutuhan anggaran tambahan untuk menjalankan pendidikan gratis dapat mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun. Karena pendidikan merupakan kebutuhan rutin yang harus dibiayai secara berkelanjutan, Lalu menilai pembiayaan program tersebut tidak dapat hanya bergantung pada hasil penyitaan atau pengembalian aset dari tindak pidana korupsi.
Menurutnya, dana hasil asset recovery tetap dapat digunakan untuk mendukung sektor pendidikan, tetapi posisinya lebih tepat sebagai sumber tambahan karena jumlahnya tidak tetap dan dapat berubah-ubah. Sementara itu, pembiayaan utama pendidikan gratis perlu berasal dari APBN dan APBD yang memiliki sumber pendanaan berkelanjutan.
Lalu juga menyoroti kesiapan perguruan tinggi apabila kebijakan pendidikan gratis diterapkan hingga tingkat universitas. Ia menilai perlu adanya perencanaan yang cermat agar peningkatan akses pendidikan tidak menimbulkan persoalan baru, seperti keterbatasan jumlah dosen, ruang kuliah, laboratorium, maupun fasilitas pendidikan lainnya.
Karena itu, Lalu menilai program pendidikan gratis sebaiknya diterapkan secara bertahap dengan perhitungan biaya yang transparan dan sumber pembiayaan yang stabil. Ia juga mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak hanya membuat biaya pendidikan menjadi gratis, tetapi tetap mampu menjaga kualitas layanan pendidikan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keinginannya agar biaya pendidikan di sekolah dan perguruan tinggi negeri dapat digratiskan. Prabowo mengatakan akan segera menggelar rapat terbatas untuk membahas rencana tersebut.
Dalam sambutannya pada acara puncak HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (18/9), Prabowo menegaskan bahwa pendidikan negeri dari tingkat SD, SMP, SMA hingga universitas negeri harus gratis.
Prabowo juga menyinggung mengenai sumber anggaran untuk membiayai kebijakan tersebut. Ia menyebut dana yang berasal dari hasil korupsi, pencurian, dan penggelapan sebagai salah satu sumber yang akan digunakan untuk mendukung program tersebut.(lam/kumparan)





Komentar