Trade Expo Indonesia 2026
PROBATAM.CO, TANGERANG- Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru
memfasilitasi penandatanganan dua Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding – MoU) antara pelaku usaha Indonesia dan Malaysia dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di ICE BSD City, Tangerang, pada Kamis (15/10/2026).
Nilai total dari kedua kesepakatan
tersebut mencapai lebih dari USD 234 ribu atau setara dengan Rp4,2 miliar.
Kedua kesepakatan tersebut mencakup kontrak pembelian produk pangan olahan Indonesia
senilai USD 134.652 (sekitar Rp2,4 miliar) serta penjajakan kemitraan investasi dan
pengembangan bisnis dengan nilai indikatif USD 100.000 (sekitar Rp1,8 miliar).

Fasilitasi ini merupakan wujud nyata diplomasi ekonomi KJRI Johor Bahru guna memperluas penetrasi pasar komoditas nasional ke Malaysia, mempertemukan mitra usaha potensial, serta mendorong terbentuknya kerja sama strategis yang saling menguntungkan.
Di sektor perdagangan komoditas pangan, kesepakatan ditandatangani oleh CV Berkah Pangan Nusantara asal Sidoarjo, Jawa Timur, dan MAW Global Trading dari Malaysia. Kerja sama ini memuat komitmen ekspor tepung bumbu, aneka bumbu masakan, dan kondimen produksi Kndonesia untuk memasok kebutuhan pasar konsumen di kawasan Johor dan Pahang.
Perwakilan MAW Global Trading, Ahmad Amirul Latepi (Adam), menyatakan bahwa potensi
pasar produk pangan olahan khas Indonesia di Semenanjung Malaysia bagian selatan dan pantai timur masih sangat terbuka lebar.
Menyambut hal tersebut, Direktur CV Berkah Pangan Nusantara, Ryza Sulistyanawati, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menjaga
kesinambungan pasokan berkualitas demi memenuhi permintaan pasar Malaysia sekaligus
memperluas jangkauan distribusi produk.

Pada kesempatan yang sama, penandatanganan kesepakatan kerja sama investasi dan
ekspansi bisnis juga disepakati oleh Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Dumai,
Zulfan Ismaini, bersama Presiden Malay Economic Development Chamber (MEDC), Haji Zaini bin Atan, P.I.S., dengan nilai indikatif kerja sama sebesar USD 100.000.
Ruang lingkup penjajakan kemitraan ini meliputi sektor minyak dan gas bumi, pengembangan kapasitas usaha terpadu, sertifikasi kompetensi tenaga kerja terampil, serta promosi pariwisata dan wisata kesehatan (health tourism).
Presiden MEDC, Haji Zaini bin Atan, P.I.S., menggarisbawahi bahwa penandatanganan ini
menjadi fondasi awal yang kokoh untuk membuka berbagai peluang kemitraan lintas batassecara konkret.
Sejalan dengan pandangan tersebut, Penasihat MEDC, Datuk Sri Syed Hussein Al Habshee, menyoroti pentingnya program penguatan kompetensi tenaga kerja Indonesia
melalui pendidikan dan pelatihan vokasi (Technical and Vocational Education and Training— TVET) agar selaras dengan kebutuhan standar industri modern di Malaysia.
Ketua KADIN Kota Dumai, Zulfan Ismaini, turut menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti kesepakatan ini melalui temu bisnis teknis antarpelaku usaha di Dumai dan Malaysia.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, yang hadir langsung
menyaksikan kedua prosesi penandatanganan tersebut, menekankan bahwa realisasi tindak
lanjut yang terukur merupakan kunci utama agar nota kesepahaman ini memberikan dampak
ekonomi yang nyata bagi kedua belah pihak.
Menurutnya, kesepakatan ekspor pangan tidakhanya memperkuat posisi produk Indonesia di Johor dan Pahang, tetapi juga menjadi pintu
masuk bagi ekspansi pasar ke Melaka dan Negeri Sembilan.
Di sisi lain, kolaborasi antara KADIN
Dumai dan MEDC diharapkan mampu melahirkan kemitraan investasi baru di berbagai sektor
prioritas.
KJRI Johor Bahru berkomitmen untuk terus mengawal komunikasi berkala dan memfasilitasi
pertemuan bisnis teknis lanjutan bagi para pihak.
“Upaya ini merupakan bagian dari langkah
berkelanjutan perwakilan RI dalam memperkuat arus perdagangan bilateral, memperluas jejaring
niaga, serta memperkokoh kemitraan ekonomi Indonesia–Malaysia di koridor selatan
Semenanjung,”pungkasnya. (*/hel)





Komentar