PROBATAM.CO, Batam – Fun Enduro 2023 yang digelar Trail Adventure Community (TAC) Batam di Sirkuit Non Permanen Mangsang, Tanjungpiayu, Batam sukses diselenggarakan sejak 11-12 Maret 2023.
Event tahunan ini, terbilang menarik perhatian berbagai pihak dan peserta. Tercatat 185 rider yang berasal dari beberapa daerah di Provinsi Kepulauan Riau, serta Pulau Jawa dan Sumatera ini ambil bagian dan meramaikan beberapa kategori yang diperlombakan.
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto yang hadir dalam sesi penutupan dan menyerahkan sejumlah piala dan penghargaan kepada para pemenang meminta agar event bergengsi ini bisa terus digelar secara konsisten setiap tahun.
Mengingat, Kota Batam memiliki kontur tanah yang bagus sekaligus merupakan salah satu wilayah yang memiliki letak yang sangat strategis dan berdekatan langsung dengan negara asia. Antara lain Singapura, Malaysia hingga Vietnam.
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto bersama Sekda Batam menyaksikan langsung ratusan rider adu nyali menaklukkan Sirkuit Non Permanen Mangsang, Tanjungpiayu di ajang Fun Enduro 2023 yang digelar Trail Adventure Community (TAC) Batam.
Sehingga sangat cocok dan tepat jika kedepannya, event ini bisa dikembangkan menjadi sport tourism di Kota Batam. Terlebih, selain memacu adrenalin, olahraga ini memberikan sensasi kegembiraan juga.
“Saya mewakili Pemerintah Daerah, sangat mengapresiasikan kegiatan ini. Dan berharap kegiatan tahunan ini bisa digelar dalam skala yang lebih besar. Sehingga ajang silaturahmi para rider hingga trabaser ini bisa dibawa ke kancah internasional yang dikemas dalam sport tourism,” tegasnya.
Acara seperti ini harus terus didukung semua pihak, baik tingkat daerah maupun nasional. Kendati demikian, ia mengingatkan agar pengelolaan acara harus lebih bagus dan rapi. Ia menilai apabila digelar tahunan, bukan tidak mungkin acara ini akan menjadi agenda nasional.
Selain itu, dengan adanya kegiatan ini setidaknya bisa menggerakkan komunitas otomotif lainnya untuk bisa menggelar event yang serupa.
“Mudah-mudahan men-trigger karena kelasnya nanti tidak lagi lokal maupun nasional. Beberapa offroader, trabaser-trabaser dari banyak negara ikut hadir. Juara dunianya juga hadir menyemangati,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, sulitnya medan yang dilalui para rider yang diketahui berasal dari Jawa Tengah, Karimun, Dabo Singkep, Batam hingga Bintan ini, sempat membuat ‘nyaris kapok’ para peserta.
Mengingat, lokasi yang terkenal curam dan ekstrim ini membuat adrenalin dan tenaga terkuras habis saat berpacu waktu untuk menyelesaikan jarak 2,8 kilometer yang dibuat peserta.
Walhasil para rider harus mengandalkan kemampuan dan keahliannya melalui jalur curam dan berlubang, melawan rider lainnya.
Start yang cukup unik membuat rider kewalahan mengawali lomba. Awalnya rider melaju menuruni dataran tinggi, berkelok dan menurun. Hingga akhirnya memaksa para peserta untuk naik dengan ketinggian bukit mencapai 45 derajat. (*)




Komentar