Beranda / Peristiwa / Kepala BNPB Pimpin Penanganan Karhutla di Sumsel Usai Terima Arahan Presiden

Kepala BNPB Pimpin Penanganan Karhutla di Sumsel Usai Terima Arahan Presiden

PROBATAM.CO, Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Kristomei Sianturi bertolak ke Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (18/10) untuk memimpin penanganan darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut dilakukan untuk meninjau situasi terkini di lapangan, memperkuat koordinasi antarsektor, serta memastikan kebutuhan penanganan bencana di daerah dapat terpenuhi.

Keberangkatan Kristomei merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia langsung menuju wilayah terdampak beberapa hari setelah dilantik pada Kamis (15/10).

Dalam perjalanan menuju Palembang, Kristomei didampingi Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta sejumlah pejabat BNPB. Rombongan bertugas mengevaluasi perkembangan karhutla sekaligus memastikan penanganan berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Pagi tadi, setelah mendapat arahan dari Bapak Presiden, saya mendapat informasi untuk bergerak ke Palembang. Ini menjadi kegiatan awal setelah saya dilantik kemarin. Hari ini kami langsung bergerak untuk memimpin penanganan karhutla di Sumatera Selatan dan wilayah lain yang terdampak,” ujar Kristomei sebelum keberangkatan.

17 Oktober, Hari Kebudayaan Nasional: Merawat Akar, Menjaga Warisan dan Menyatukan Keberagam

Ia menegaskan bahwa penanganan darurat karhutla memerlukan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Upaya tersebut juga harus didukung oleh personel, teknologi, serta pelaksanaan operasi udara.

Kristomei mengatakan pihaknya akan mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk mengendalikan dan memadamkan kebakaran. Selain itu, BNPB akan memastikan bantuan dari pemerintah pusat sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kami ingin memastikan upaya apa saja yang perlu dilakukan untuk mengendalikan dan memadamkan karhutla. Kami juga perlu mengetahui apa yang dibutuhkan daerah dari pusat, sekaligus memastikan dukungan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Jika daerah membutuhkan bantuan, baik teknologi, gugus tugas, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), maupun penanganan khusus lainnya, harus segera disiapkan dan dikoordinasikan secara optimal,” jelasnya.

BNPB Evaluasi Pemadaman dan Operasi Modifikasi Cuaca

Dalam pelaksanaan operasi penanganan karhutla, Kristomei didampingi Kepala BMKG untuk memperkuat analisis kondisi cuaca dan persebaran titik panas atau hotspot. Pendampingan tersebut juga mencakup evaluasi efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Minggu Kasih, Wakapolda Kepri Perkuat Kemitraan Polri dan Masyarakat

Selain itu, rombongan BNPB turut melibatkan sejumlah pejabat, yakni Direktur Penanganan Pengungsi dan Pemulihan Reintegrasi (PRR), Direktur Komando Pengendalian Operasi (Kordalops), serta Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (PusdatinKK).

Rombongan berangkat dari Baseops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, menggunakan pesawat CN-295 VIP pada pukul 11.00 WIB.

Setelah tiba di Palembang, Kristomei dijadwalkan memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla pada pukul 13.30 WIB di Lanud Sri Mulyono Herlambang. Rapat tersebut melibatkan Satuan Tugas (Satgas) Daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, unsur TNI/Polri, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Pembahasan difokuskan pada evaluasi pemantauan titik panas, efektivitas pemadaman melalui jalur darat dan udara, serta pelaksanaan water bombing dan OMC. Rapat juga bertujuan memperkuat koordinasi dan komando lintas sektor di wilayah yang menjadi prioritas penanganan.

“Tim yang berangkat hari ini akan langsung mengecek situasi di lapangan, memastikan koordinasi lintas sektor berjalan, dan mengambil langkah-langkah cepat yang diperlukan dalam penanganan darurat di Sumatera Selatan,” tegas Kristomei.

Kapolda Kepri Ziarah Ke Pulau Penyengat, Salurkan Bantuan Sosial untuk Masyarakat

Tinjau Lokasi Karhutla di Ogan Komering Ilir

Usai rapat koordinasi, Kristomei bersama rombongan dijadwalkan meninjau langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan pada pukul 15.00 WIB.

Peninjauan dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter patroli di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Selain itu, rombongan juga akan melakukan pemantauan melalui jalur darat di kawasan Talang Jambi.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi wilayah yang terdampak kebakaran sekaligus memastikan kesiapan personel dan peralatan yang digunakan dalam operasi pemadaman.

BNPB menyampaikan bahwa kehadiran Kristomei di Sumatera Selatan merupakan bagian dari upaya memperkuat kendali operasi agar penanganan karhutla didasarkan pada kondisi aktual dan kebutuhan daerah.

Dukungan dari pemerintah pusat akan diselaraskan dengan upaya pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait. Dengan koordinasi tersebut, pengendalian kebakaran diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, terarah, dan efektif.

Setelah menyelesaikan rapat koordinasi dan peninjauan lapangan, Kristomei bersama rombongan dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Minggu malam.(lam/kumparan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement