Beranda / KEPULAUAN RIAU / Kemenekraf Hadirkan Beragam Pelatihan Ekonomi Kreatif di Batam, Sejalan dengan Program Prioritas Amsakar-Li Claudia

Kemenekraf Hadirkan Beragam Pelatihan Ekonomi Kreatif di Batam, Sejalan dengan Program Prioritas Amsakar-Li Claudia

PROBATAM.CO, Batam – Kota Batam menjadi salah satu daerah yang mendapat kesempatan untuk menyelenggarakan beragam program pelatihan dan pengembangan ekonomi kreatif dari Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI) sepanjang 2026.

Berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), berbagai kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan bisnis, serta memperkuat daya saing pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Sejumlah program yang dijadwalkan berlangsung di Batam pada Oktober 2026 di antaranya pelatihan animasi 3D, fasilitasi akses permodalan melalui program Islamic Creative Economy Founders Fund (ICEFF) 2026, penguatan kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif, serta Workshop Sinergi Desain.

Kehadiran program-program ini membuka peluang bagi pelaku usaha, pekerja kreatif, dan generasi muda Batam untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi usaha berbasis kreativitas.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, menyambut baik berbagai program yang dihadirkan Kemenekraf RI tersebut.

Ditresnarkoba Polda Kepri Ungkap Dugaan Jaringam Peredaran Ekstasi, 17 Diamankan

Menurutnya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.

“Program pelatihan seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi pelaku ekonomi kreatif di Batam untuk meningkatkan kompetensi, mengembangkan ide, dan menghasilkan karya yang memiliki nilai tambah. Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga semakin banyak pelaku kreatif lokal yang mampu mengembangkan usahanya dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Ardiwinata.

Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi kreatif juga sejalan dengan arah pembangunan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, khususnya program prioritas nomor 7, yakni peningkatan kualitas pelatihan tenaga kerja dan industri kreatif.

Menurutnya, program tersebut menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan dan kompetensi masyarakat agar dapat beradaptasi dengan perkembangan industri serta menciptakan peluang ekonomi baru.

“Ekonomi kreatif bertumpu pada kemampuan, keterampilan, inovasi, dan gagasan. Karena itu, peningkatan kompetensi pelaku kreatif perlu terus dilakukan agar mereka tidak hanya mampu menghasilkan karya, tetapi juga mengembangkan karya tersebut menjadi produk atau jasa yang bernilai ekonomi,” tambahnya.

Kapolda Kepri Bersama Polresta Barelang Jalin Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat Galang, Perkuat Kamtibmas

Salah satu program yang menyasar peningkatan keterampilan teknis adalah Pelatihan Berbasis Kompetensi dan Sertifikasi Kompetensi dengan skema 3D Animator Junior di Kota Batam. Berdasarkan informasi program yang dipublikasikan, pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Oktober 2026.

Program ini memberikan kesempatan kepada pelaku ekonomi kreatif untuk mengikuti pelatihan berbasis standar kompetensi, memperoleh sertifikat pelatihan, serta mengikuti asesmen kompetensi untuk mendapatkan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai ketentuan program.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pengembangan talenta kreatif di bidang animasi dan industri digital, yang memiliki peluang untuk berkembang seiring meningkatnya kebutuhan terhadap konten visual dan produk kreatif berbasis teknologi.

Selain itu, Kemenekraf juga menghadirkan ICEFF 2026 atau Islamic Creative Economy Founders Fund. Program yang berkolaborasi dengan Young Entrepreneur Academy (YEA) ini dirancang untuk membantu pelaku usaha kreatif mempersiapkan diri dalam mengakses pendanaan dari lembaga keuangan syariah.

Untuk Kota Batam, rangkaian pelatihan dan pitching dijadwalkan pada 20–21 Oktober 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkuat kesiapan bisnis, menyusun kebutuhan permodalan, serta mempresentasikan rencana pengembangan usaha kepada pihak terkait.

Polda Kepri Dampingi Seleksi 291 Calon Peserta BLK Batam, Dukung Program Polisi Peduli Pengganguran

Di bidang pengembangan desain, Kemenekraf juga menjadwalkan Workshop Sinergi Desain di Batam Tourism Polytechnic pada 19 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi bagi desainer dan pelaku usaha kreatif untuk memahami peran desain dalam meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan daya tarik produk.

Sementara itu, penguatan kekayaan intelektual bagi pelaku ekonomi kreatif dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Oktober 2026 di Gedung LAM Kota Batam.

Kegiatan tersebut mengangkat tema penguatan kekayaan intelektual melalui peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif dalam rangka Aktivasi Creative Hub.

Selain program dari Kemenekraf, pengembangan kompetensi sumber daya manusia di Batam juga didukung melalui sejumlah pelatihan bidang kuliner dan perhotelan yang diselenggarakan oleh Pemko Batam melalui Disbudpar Batam Bidang Ekonomi Kreatif bekerjasama dengan LPK Kepri Tourism Training Centre.

Pelatihan tersebut meliputi Tata Boga Pastry pada 12–18 Oktober 2026 di Aston INN Gideon dengan 18 peserta, Pelatihan Food & Beverage Pengelolaan Makanan (Commis) pada 14–20 Oktober 2026 di Ayola Hotel Signature dengan 24 peserta, serta Pelatihan Tata Boga Pastry pada 16–23 Oktober 2026 di Max One Hotel yang diikuti 28 peserta.

Ketiga pelatihan berlangsung pukul 08.30–17.00 WIB dengan durasi tujuh hari, sebagai bagian dari upaya meningkatkan keterampilan dan kompetensi tenaga kerja di bidang kuliner dan perhotelan.

Ardiwinata menilai, beragam pelatihan tersebut dapat membantu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Batam, mulai dari peningkatan keterampilan teknis, pengelolaan usaha, akses pembiayaan, pengembangan desain, hingga pemahaman mengenai perlindungan kekayaan intelektual.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi kreatif tidak dapat dilakukan hanya dengan mendorong masyarakat menghasilkan karya. Pelaku kreatif juga perlu dibekali kemampuan mengelola usaha, memahami kebutuhan pasar, membangun jejaring, serta memanfaatkan peluang kolaborasi.

“Harapan kita, pelaku ekonomi kreatif Batam semakin siap berkembang secara profesional. Kreativitas harus dapat berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola bisnis, memanfaatkan teknologi, dan melindungi hasil karya. Dengan begitu, potensi yang dimiliki masyarakat dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” tuturnya.

Penguatan ekosistem ekonomi kreatif ini juga berpotensi mendukung program prioritas nomor 15, yaitu peningkatan investasi dan destinasi MICE.

Pelaku kreatif yang semakin kompeten dan memiliki usaha yang berkembang dapat memperkaya produk serta layanan kreatif yang mendukung kegiatan pameran, pertemuan bisnis, dan berbagai kegiatan ekonomi di Kota Batam.

Dengan posisi Batam sebagai kota industri, perdagangan, dan pariwisata yang memiliki konektivitas internasional, pengembangan ekonomi kreatif berpotensi memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, lembaga pendidikan, dan pelaku usaha menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan.

Melalui berbagai program tersebut, Disbudpar Batam berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif lokal yang mampu meningkatkan kompetensi, memperkuat usaha, dan memperluas jangkauan pasar.

Upaya ini sekaligus mendukung visi pembangunan Kota Batam di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra untuk mewujudkan masyarakat yang produktif, berdaya saing, serta memiliki peluang ekonomi yang semakin luas. (*/hel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement