PROBATAM.CO, Malang – Berdasarkan evaluasi seluruh data pemantauan, tingkat aktivitas Gunung Bromo hingga 9 Agustus 2026 masih berada pada Level II (Waspada).
Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, pendaki, pedagang, dan pengelola wisata tidak memasuki kawasan dalam radius 1 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi letusan freatik yang dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa didahului peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Gunung Bromo merupakan gunung api kerucut cinder yang berada di dalam Kaldera Tengger dengan ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, kawasan gunung tersebut berada di Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang.
Karakter erupsi Bromo dapat berupa erupsi eksplosif maupun efusif dari kawah pusat. Material yang dikeluarkan antara lain abu, pasir, lapili, serta terkadang lava pijar dan bom vulkanik.
Erupsi terakhir Gunung Bromo terjadi pada Juli 2019 berupa erupsi freatik. Saat itu, erupsi tidak didahului peningkatan kegempaan yang signifikan.
Badan Geologi meminta pemerintah daerah dan BPBD di wilayah sekitar Bromo terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Bromo di Cemoro Lawang, Kabupaten Probolinggo.
Masyarakat dapat memantau perkembangan aktivitas Gunung Bromo melalui aplikasi MAGMA Indonesia dan situs resmi Badan Geologi.
Pemantauan perkembangan kebakaran serta evaluasi aktivitas Gunung Bromo akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan.
(kumparan)





Komentar