PROBATAM.CO, Jakarta – Sejumlah kapal dagang yang berada di bagian utara Teluk dan kawasan Teluk Oman dilaporkan mengalami kerusakan setelah terkena tembakan pada Rabu (9/9). Kapal-kapal tersebut masih dapat beroperasi meskipun mengalami kerusakan.
Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti jenis aktivitas militer yang menyebabkan kapal-kapal tersebut terkena tembakan.
Informasi mengenai insiden tersebut disampaikan oleh badan keselamatan pelayaran Inggris, UK Maritime Trade Operations (UKMTO). Badan tersebut juga belum dapat memastikan apakah terdapat korban atau dampak terhadap lingkungan akibat kejadian itu.
Dalam laporan lainnya pada hari yang sama, UKMTO menyebutkan bahwa sebuah kapal mengalami kemiringan ketika berada di sekitar 24 mil laut dari Port Rashid, Uni Emirat Arab (UEA). Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebocoran atau masuknya air ke dalam kapal setelah terkena serangan proyektil yang belum diketahui jenisnya.
Insiden tersebut berlangsung ketika ketegangan militer di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz semakin meningkat. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak dunia.
Sehari sebelumnya, pasukan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) dilaporkan menghancurkan lima kapal tanker minyak mentah milik Iran. Tindakan itu dilakukan setelah kapal-kapal tersebut disebut melancarkan serangan rudal terhadap kapal perang Angkatan Laut AS dalam dua hari sebelumnya.
Pada Rabu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengklaim telah menyerang dua kapal milik AS serta delapan kapal tanker minyak di kawasan Teluk. IRGC menyebut tindakan tersebut sebagai respons atas serangan AS terhadap kapal-kapal tanker Iran.
Menurut IRGC, sepuluh kapal tersebut sebelumnya berusaha melewati wilayah di Selat Hormuz yang mereka anggap sebagai kawasan terlarang dan tidak aman.





Komentar