Beranda / Gaya Hidup / Jauh dari Ranah Esek-Esek, Sewa Boneka Seks Jadi Ide Bisnis yang Legal

Jauh dari Ranah Esek-Esek, Sewa Boneka Seks Jadi Ide Bisnis yang Legal

Jauh dari Ranah Esek-Esek, Sewa Boneka Seks Jadi Ide Bisnis yang Legal

PROBATAM.CO – Seorang perempuan bernama Kristen Dickson yang tinggal di Kamploops, Kanada, mengakui ada larangan mendirikan rumah bordil sebagai sebuah usaha atau bisnis. Sepertinya, ijin usaha untuk rumah bordil memang sulit ditemukan dimanapun. 

Andai saja Kristen tetap melakukan idenya, tentu tindakannya dipastikan ilegal. 

Namun, ia tak kehilangan cara. Ide brilian muncul yakni dengan membuka penyewaan boneka seks.

Jadi, ia atau tim akan mengantar boneka seks pesanan pelanggan ke rumah atau hotel yang sudah ditentukan. Sehingga pelanggan bebas berinteraksi dengan boneka seks di rumah masing-masing.

Ilustrasi Pembuatan boneka seks pintar.

“Ini (penyewaan boneka seks) adalah kategori rental, hanya sewa mainan atau boneka,” ujar Inspektur Lisensi Bisnis, Dave Jones mengutip Popular-World, seperti melansir Vancouver Sun.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

Dibangun dengan House of Dolls, nama rental boneka seks milik Kristen siap mengantarkan boneka-boneka seks dengan berat sekitar 30 kg kepada pelanggan di rumah atau hotel. Penyewaan boneka seks untuk bermalam memakan biaya 350 dolar AS atau setara Rp 3,8 juta per boneka.

“Harga itu termasuk pengiriman, merawat, dan menggunakan boneka seks keesokan harinya,” kata Kristen, yang menikah dan sudah punya dua anak.

Menurut Kristen, House of Dolls menawarkan pengalaman seks, tanpa risiko penyakit menular seksual dan eksploitasi manusia. Antusiasme pelanggan dinilai cukup tinggi.

“Ketika berita ini disebarluaskan, banyak yang minat,” Kristen menambahkan.

Ia punya lima boneka seks yang siap untuk disewakan. Ada dua boneka seks lain yang sudah dipesan dengan harga sekitar USD18.000 atau setara Rp198 juta. Boneka seks bervariasi dalam ras, ukuran, warna rambut, dan karakteristik fisik.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

“Zach, boneka pria, akan menjadi yang terakhir untuk digunakan,” katanya.

Sesudah digunakan, boneka seks yang ada di House of Dolls menjalani proses sanitasi. Tentu saja kebersihan boneka seks sangat diutamakan oleh Kristen.

“Mereka dibersihkan dengan sabun antimikroba dan air hangat dari kepala hingga ujung kaki,” tambah Kristen.

Kamera internal dan lampu hitam digunakan untuk memastikan tidak ada residu–segala sesuatu yang tertinggal, tersisa atau berperan sebagai kontaminan dalam suatu proses kimia tertentu–manusia yang tersisa, baik di dalam atau di luar badan boneka seks.

Suara.com

Menaker: Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement