Beranda / Peristiwa / Israel Serang Gaza: Putra Negosiator Hamas Terluka, 5 Orang Tewas

Israel Serang Gaza: Putra Negosiator Hamas Terluka, 5 Orang Tewas

PROBATAM.CO, Batam – Serangan udara Israel melukai parah putra negosiator utama Hamas dan menewaskan lima orang di Jalur Gaza pada Rabu (6/5). Azzam Al-Hayya, putra Khalil Al-Hayya, terluka dalam serangan yang juga menewaskan satu orang lainnya di Kota Gaza.

Khalil Al-Hayya merupakan kepala Hamas di Gaza yang kini berada di pengasingan dan memimpin pembicaraan tidak langsung dengan Israel terkait masa depan wilayah tersebut.

Dikutip dari Reuters, Kamis (7/5), sumber Hamas menyebut keluarga Hayya telah beberapa kali menjadi target serangan Israel.

Khalil Al-Hayya sebelumnya kehilangan tiga putranya dalam serangan terpisah, dua di Gaza pada konflik 2008 dan 2014, serta satu lainnya dalam upaya pembunuhan di Doha tahun lalu.

“Menargetkan Azzam Khalil Al-Hayya dengan penembakan merupakan puncak degradasi moral dan etika,” kata Taher Al-Nono, pejabat Hamas.

Kebersamaan Tanpa Sekat, TNI Dan Warga Makan Bersama Di Lokasi TMMD

“Penembakan dan pembunuhan hanya membuat negosiator semakin teguh pada pendiriannya, dalam membela hak-hak rakyatnya, dan dalam kehendak bebas mereka,” tambahnya.

Militer Israel belum memberikan komentar langsung terkait serangan tersebut.

Serangan Lain Tewaskan Warga dan Aparat Hamas

Pada hari yang sama, 2 serangan udara Israel lainnya menewaskan 4 warga Palestina, termasuk seorang perwira polisi Hamas.

Korban yakni Naseem al-Kalazani, kepala pasukan anti-narkotika di Khan Younis, yang tewas setelah kendaraannya diserang di kawasan al-Mawasi.

Semangat Tanpo Sambat Jadi Energi Pembangunan Di Desa Puro

Serangan itu juga melukai sedikitnya 17 orang lainnya.

Militer Israel mengonfirmasi serangan di al-Mawasi dengan menyebut targetnya adalah anggota Hamas, namun tidak merinci insiden lain.

Israel Intensifkan Serangan ke Struktur Hamas

Serangan terhadap aparat keamanan sipil Hamas terjadi di tengah peningkatan operasi Israel yang menargetkan struktur pemerintahan kelompok tersebut di Gaza.

Laporan sebelumnya menyebut, pasukan polisi Hamas menjadi sasaran karena perannya dalam mempertahankan kontrol di wilayah yang dikuasai.

Dinding Kayu Lapuk Diganti Hebel, Rumah Mbah Parti Jadi Kokoh Dan Nyaman

Kekerasan di Tengah Perundingan

Kekerasan terjadi saat Hamas dan faksi Palestina lain menggelar pembicaraan dengan mediator internasional di Kairo, termasuk utusan Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov.

Pembicaraan difokuskan pada kelanjutan rencana Gaza yang diusulkan Presiden AS Donald Trump.

Rencana tersebut mencakup penarikan pasukan Israel dari Gaza dan rekonstruksi wilayah, dengan syarat Hamas melucuti senjata.

Namun, isu pelucutan senjata masih menjadi hambatan utama dalam negosiasi.

Seorang pejabat Hamas mengatakan kelompoknya belum akan membahas fase kedua sebelum Israel memenuhi kewajiban pada fase pertama kesepakatan.

Korban Terus Bertambah

Menurut otoritas kesehatan Gaza, sedikitnya 830 warga Palestina tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Israel menyatakan 4 tentaranya tewas dalam periode yang sama akibat serangan militan.

Secara keseluruhan, lebih dari 72.500 warga Palestina dilaporkan tewas sejak perang Gaza dimulai pada Oktober 2023, sebagian besar merupakan warga sipil.

Sumber : KUMPARAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement