PROBATAM.CO, Jakarta – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai mengungkap adanya pola perpindahan lokasi yang digunakan warga negara asing untuk masuk ke Indonesia melalui jalur tidak resmi di kawasan pesisir Dumai, Riau. Titik masuk tersebut dapat berganti ketika keberadaannya mulai diketahui masyarakat maupun petugas, sehingga pengawasan menjadi lebih sulit dilakukan.
Anggota Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Muhammad Hafis, menjelaskan bahwa pelaku akan mencari lokasi baru apabila titik sebelumnya sudah terdeteksi. Kondisi ini membuat petugas tidak dapat hanya mengawasi satu lokasi, terlebih wilayah perairan Dumai cukup luas.
Hal tersebut disampaikan Hafis setelah petugas mengamankan 16 orang yang masuk melalui kawasan Purnama, Dumai Barat. Mereka terdiri dari delapan warga negara Indonesia dan delapan warga negara Bangladesh. Delapan WNA Bangladesh tersebut diketahui datang dari Malaysia menggunakan speedboat dan masuk tanpa menjalani pemeriksaan imigrasi sehingga jalur yang digunakan termasuk jalur tidak resmi atau jalur tikus.
Petugas telah memantau keberadaan mereka sejak malam hingga akhirnya melakukan pengamanan sekitar pukul 06.00 WIB. Hafis menyebut operasi tersebut berlangsung pada Senin dua pekan sebelum keterangannya disampaikan, tanpa menjelaskan tanggal pelaksanaannya secara rinci.
Lokasi masuk di kawasan Purnama berada tidak jauh dari permukiman warga. Setelah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan meminta keterangan masyarakat, petugas mendapatkan informasi bahwa kejadian tersebut merupakan yang pertama kali ditemukan di kawasan tersebut.
Menurut Hafis, penggunaan jalur tidak resmi di wilayah pesisir Dumai juga tidak memiliki waktu tertentu. Perlintasan dapat berlangsung baik pada malam maupun pagi hari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pengawasan dilakukan bersama aparat lainnya, termasuk Polairud dan TNI yang turut menjaga wilayah perairan.
Delapan WNA asal Bangladesh kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Dumai untuk menjalani penanganan karena masuk ke Indonesia tanpa melalui pemeriksaan keimigrasian. Petugas masih melakukan pendalaman, termasuk mengenai tujuan perjalanan mereka. Dari pemeriksaan sementara, kedelapan WNA tersebut diketahui sebelumnya berada di Malaysia dan diduga hendak melanjutkan perjalanan menuju Australia.
Saat ini, delapan WNA Bangladesh tersebut ditempatkan di ruang detensi Kantor Imigrasi Dumai sambil menjalani pemeriksaan dan proses lebih lanjut.(lam/kumparan)





Komentar