Beranda / Berita Utama / Ikuti Pelatihan Keterampilan Budi Daya Ikan Air Tawar, Kalapas Batam: Bekal WBP Saat Kembali Ke Masyarakat

Ikuti Pelatihan Keterampilan Budi Daya Ikan Air Tawar, Kalapas Batam: Bekal WBP Saat Kembali Ke Masyarakat

PROBATAM.CO, Batam – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam Kanwil Kemenkumham Kepri,  Bawono Ika Sutomo resmi membuka Pelatihan Keterampilan Kemandirian Budi Daya Ikan Air Tawar Menggunakan Metode Bioflok Bagi Warga Binaan (WBP) Lapas Batam Tahun Anggaran 2023 di Aula Dr Saharjo Lapas Batam pada Senin (3/7/2023).

Kegiatan ini diawali Laporan Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Batam, Heri Aguswanto, dalam laporannya Heri menyampaikan tahap-tahap dalam memilih 40 warga binaan yang mengikuti pelatihan dan kegiatan ini akan diselenggarakan dari tanggal 3 Juli 2023 sampai dengan tanggal 14 Juli 2023.

Kalapas Kelas IIA Batam, Bawono Ika Sutomo berharap kegiatan ini bukan hanya seremonial saja, tetapi juga kegiatan ini bisa memberikan manfaat kepada warga binaan.

” Diharapkan saudara-saudara warga binaan agar serius dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini, agar ilmu yang di dapat bisa menjadikan bekal nanti ketika warga binaan kembali ke masyarakat,” kata Bawono.

Dari sebanyak 1060 orang penghuni Lapas kelas IIA Batam pada saat ini, sebanyak 40 orang mendapat kesempatan mengikuti pelatihan yang dimulai pada hari ini yang disambut gembira bagi warga binaan yang terpilih secara selektif.

Volume Peti Kemas Tumbuh, Jumlah Penumpang Melonjak, BP Batam Buka 2026 dengan Kinerja Optimis

” Peserta merupakan Warga Binaan yang beresiko rendah dengan berbagai aspek yang sudah kita pertimbangkan dan peserta pelatihan ini adalah Warga Binaan yang sudah menjalani separuh dari masa pidananya,” ujar Bawono Ika kepada media ini, di ruang kerjanya, Senin (3/7/2023).

Dalam kegiatan Lapas Batam  mengandeng LPK Sumber Ilmu Batam (SIB). Menurut Bawono pada Warga Binaan tidak saja dilatih terampil dengan materi pelatihan yang diberikan.

Tetapi Direktur LPK Sumber Ilmu Batam Hairul Azhar, S.H  dan Pengajar/instrukturnya Sujianto juga akan menjadi pemasaran dan pembeli hasil budi daya ikan air tawar nantinya setelah panen.

” Peserta pelatihan keterampilan selama 2 hari pertama mendapat  teori dari pengajar atau instruktur  dan langsung praktik selama 8 hari dengan total 10 hari mudahan peserta sudah terbentuk,” tambah Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Batam, Heri Aguswanto.

Dikatakannya, LPK Sumbar ilmu Batam lembaga pekerja yang profesial setiap tahun ada pelatihan biasanya kita gunakan LPK ini dan warga binaan yang mengikuti pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat dari pengajar/ instruktur.

Tim Terpadu Kota Batam Tertibkan Bangunan Ilegal di Kurahan Sei Binti

Salah seorang warga binaan peserta pelatihan Eka Jimana Yusuf yang terbelit kasus pencabulan Anak (PA) dan menjalani vonis pidana selama 10 tahun 4 bulan mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kesempatan yang didapat.

” Sangat membantu masa depan saya kedepannya di luar dengan mengikuti pelatihan ini jika sudah bebas di luar bisa buka usaha,” kata pria yang mengaku asal dari Jakarta itu.

Hal senada disampaikan Kosim pria setengah baya  yang juga terbelit kasus yang sejenis. Hanya saja pria asal Natuna ini divonis 6 tahun 3 bulan hukuman pidana lebih ringan mengaku dengan mengikuti kegiatan ini dapat menunjang  hidupnya lebih baik.

” Sangat bagus  kedepan bisa berguna untuk menopang keluarga dengan mendapat ilmu tentang budi daya ikan tawar ini,” ucap pria kurus beranak dua tersebut. (hel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement