Beranda / Tanjung Pinang / Honda BRV Jatuh ke Laut di Tanjung Pinang Pengemudi ditemukan Tewas di Tempat

Honda BRV Jatuh ke Laut di Tanjung Pinang Pengemudi ditemukan Tewas di Tempat

foto : mobil brv jatuh dilaut tpi (f-int)

PROBATAM.CO, Tanjung Pinang — Sebuah mobil Honda BRV berwarna hitam jatuh dan masuk ke perairan Pelantar II, Kota Tanjungpinang, Sabtu (8/3/2025) dini hari.

Kasat Polairud, AKP Adiyanto, mengungkapkan kejadian tragis ini berlangsung sekitar pukul 00.55 WIB.

Mobil tersebut dikemudikan oleh seorang pria bernama Allen Song (67).

Tim gabungan yang dikerahkan ke lokasi berhasil mengangkat mobil dari dalam laut sekitar pukul 04.00 WIB, sementara korban dievakuasi ke darat pada pukul 02.30 WIB dalam keadaan meninggal dunia.

“Korban kita angkat ke darat sekira pukul 02.30 WIB dalam kondisi meninggal dunia akibat tenggelam,” ujar AKP Adiyanto saat ditemui awak media d kantornya, Sabtu (8/3/2025).

BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam

Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.

“Apakah korban mabuk atau ada faktor lain, masih dalam proses penyelidikan dan korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Thabib guna penindakan lebih lanjut,” tambahnya.

Di sisi lain, Kapolsek Tanjungpinang Kota, Iptu Misyamsu Alson, menyatakan pihaknya akan mendalami kasus ini lebih lanjut. 

“Masih kami selidiki, namun dugaan sementara korban mungkin berada dalam pengaruh alkohol,” ungkapnya.

Mobil berwarna hitam bermerk Honda BRV menjadi perhatian warga di Pelantar 2, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB.

Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan

Pelantar yang biasanya menjadi akses keluar-masuk kapal pengangkut barang seperti beras dan bahan kebutuhan lainnya itu mendadak ramai setelah kejadian tersebut.

Pantauan langsung di lokasi menunjukkan adanya pemasangan pembatas jalan untuk mengamankan area sekitar.

Meski begitu, kronologi kejadian masih simpang siur karena warga sekitar tidak mengetahui pasti bagaimana insiden itu bermula.

“Saya taunya dia mau mundur terus bablas,” ujar Reno, seorang pekerja kapal di Pelantar 2.

Ia mengaku hanya melihat dari kejauhan dan tidak bisa memastikan bagaimana awal mula kejadian.

Belajar Hukum dari Akar Peradaban, Mahasiswa Uniba Kuliah Lapangan di Museum Raja Ali Haji Batam

Hal serupa disampaikan Supri, seorang tukang ojek yang baru tiba di lokasi saat kejadian berlangsung.

“Saya baru aja sampai di sini, jadi belum tahu pasti,” katanya singkat.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement