PROBATAM.CO, TANJUNGPINANG – Gebernur Kepri Ansar Ahmad bersama Kadis Pariwisata Kepri Hasan dan Kadiskominfo Kepri Hendri Kurniadi menjamu makan malam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Senandung Cafe, Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Sabtu (17/10/2026) malam.
Jamuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ekspedisi Eksplorasi Penyengat PWI Kepri 2026. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini menjadi momentum memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mempromosikan sejarah, kebudayaan, serta potensi pariwisata Kepulauan Riau.
Ketua PWI Kepri, Saibansah Dardani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepri atas jamuan yang diberikan kepada rombongan ekspedisi.
“Alhamdulillah, mewakili seluruh teman-teman yang hadir di Pulau Penyengat ini, saya mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kepri atas jamuan yang telah diberikan ini,” ungkap Saibansah seusai kegiatan.

Kadis Pariwisata Kepri, Hasan dan Kadis Kominfo Kepri Hendri bersama pengurus PWI Kepri, di Pulau Penyengat, Sabtu (17/10/2026). (Foto: pwi)
Pria yang akrab disapa Cak Iban itu berharap, hubungan baik antara pemerintah daerah dan insan pers dapat terus terpelihara.
Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam menyebarluaskan informasi mengenai kekayaan sejarah dan budaya daerah, sekaligus memperkenalkan potensi wisata Kepri kepada masyarakat luas.
Melalui Ekspedisi Eksplorasi Penyengat PWI Kepri 2026, Pulau Penyengat menjadi salah satu fokus penelusuran sejarah dan kebudayaan Melayu yang memiliki arti penting bagi identitas masyarakat Kepulauan Riau.
Pulau yang berada di Kota Tanjungpinang ini dikenal sebagai salah satu pusat peradaban Melayu. Pada masa Kesultanan Riau-Lingga, Penyengat berkembang sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, keagamaan, dan intelektual Melayu.

Gubernur Ansar Ahmad bersama pengurus PWI Kepri, menyaksikan Sekdaprov Kepri Misni dan Kadis Kominfo Kepri Hendri membicarakan arahan pimpinan. (Foto : pwi)
Pulau ini juga memiliki peran penting dalam perkembangan bahasa Melayu yang menjadi dasar bahasa Indonesia. Warisan pemikiran para cendekiawan Melayu, termasuk karya Raja Ali Haji, menjadikan Penyengat sebagai salah satu kawasan bersejarah yang berkontribusi besar terhadap perkembangan bahasa dan sastra Melayu di Nusantara.
Kekayaan sejarah dan budaya tersebut menjadi potensi penting bagi pengembangan wisata sejarah dan budaya di Kepri. Karena itu, upaya mendokumentasikan dan mempublikasikan warisan Pulau Penyengat diharapkan dapat meningkatkan perhatian masyarakat terhadap pelestarian cagar budaya sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah. (*)





Komentar