Beranda / Berita Utama / Gelar Apel Pagi, Dandim: Membangun Fondasi Kebersamaan, Komunikasi, Kordinasi Dan Rasa Memiliki

Gelar Apel Pagi, Dandim: Membangun Fondasi Kebersamaan, Komunikasi, Kordinasi Dan Rasa Memiliki

PROBATAM.CO, Kebumen – Barisan rapi prajurit dan warga telah berdiri tegak di lapangan desa. Udara pagi di Sempor masih menyisakan embun, namun semangat tak lagi terasa dingin.

Di sanalah Satgas TMMD Reguler ke-127 Kodim 0709/Kebumen mengawali pengabdian dengan apel pagi, sebuah ritual sederhana yang sarat makna kebersamaan.

Apel bukan sekadar formalitas, ini adalah simpul yang mengikat tekad antara seragam loreng dan pakaian warga.

Bertindak sebagai pengambil apel, Danramil Sempor, Kapten Inf Budi Riyanto, melangkah ke depan barisan. Suaranya tegas namun hangat.

Jelang Penutupan TMMD, TNI Dan Warga Cipelah Gelar Karya Bakti

“TMMD ini bukan hanya milik TNI, tetapi milik kita bersama. Mari kita kerjakan dengan hati, dengan semangat gotong royong,” ujarnya, memecah hening pagi, Selasa 3 Maret 2026.

Beberapa warga mengangguk mantap. Di sudut barisan, seorang bapak paruh baya berbisik pelan kepada rekannya,”Kalau begini rasanya, berat pun jadi ringan.” Kalimat sederhana itu seolah menjadi gema yang menyatu dengan semangat seluruh peserta apel.

Kegiatan apel pagi tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan rencana kerja hari itu mulai dari pengerjaan sasaran fisik hingga kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Setiap arahan disampaikan jelas, agar langkah yang diambil tidak hanya serempak, tetapi juga seirama.

Komandan Kodim 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan Prihantono, S.H., M.I.P., dalam keterangannya menegaskan bahwa apel pagi merupakan fondasi kebersamaan sebelum memulai pekerjaan di lapangan.

Pastikan Tepat Sasaran, Dandim Kebumen Tinjau Finishing Rutilahu

“Dari apel pagi inilah terbangun komunikasi, koordinasi, dan rasa memiliki. TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika hati sudah menyatu, maka setiap pekerjaan akan terasa lebih ringan dan penuh makna,” tegasnya.

Semangat itu kembali diteguhkan: bahwa membangun negeri bukan hanya soal semen dan batu, melainkan tentang menyatukan hati dan langkah. (Pb/Rie)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement