PROBATAM.CO, TANJUNGPINANG – Warga negara Indonesia (WNI) yang hendak bekerja ke Kamboja diminta tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji besar. Modus lowongan kerja palsu hingga jaringan online scam dan judi online menjadi ancaman yang harus diwaspadai.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BP2D) Provinsi Kepulauan Riau, Doli Boniara, mengingatkan masyarakat agar memastikan seluruh proses keberangkatan dan pekerjaan dilakukan melalui jalur resmi.
Menurut Doli, masyarakat harus selektif sebelum menerima tawaran pekerjaan ke luar negeri. Jangan sampai keinginan mendapatkan penghasilan lebih besar justru membuat WNI terjebak dalam jaringan ilegal.
“Jangan tergiur tawaran pekerjaan dengan gaji besar dan proses keberangkatan yang terlalu mudah. Pastikan perusahaan, pekerjaan, visa dan seluruh dokumen benar-benar legal,” pesan Doli.
Ia mengingatkan calon pekerja agar tidak berangkat secara mandiri menggunakan visa turis dengan tujuan mencari pekerjaan di Kamboja. Keberangkatan untuk bekerja harus mengikuti prosedur resmi dan menggunakan visa kerja yang sesuai.
Waspadai Lowongan Kerja Berkedok Customer Service
Doli juga meminta masyarakat mengenali ciri-ciri lowongan kerja yang berpotensi menjadi modus penipuan.
Tawaran dengan gaji mencapai ribuan dolar, tetapi tidak mensyaratkan keahlian khusus atau kemampuan bahasa, patut dicurigai.
Begitu pula lowongan yang menggunakan istilah seperti Customer Service, Telemarketing, atau Data Entry, namun pekerjaan sebenarnya mengarah pada aktivitas penipuan daring.
“Kalau tawarannya terlalu bagus dan prosesnya terlalu mudah, masyarakat harus lebih berhati-hati. Jangan langsung percaya sebelum legalitas perusahaan dan kontrak kerja diperiksa,” tegasnya.
Menurutnya, calon pekerja juga perlu memastikan perusahaan perekrut memiliki izin dan legalitas yang jelas di Kamboja.
Kontrak kerja tertulis harus diminta sebelum keberangkatan. Isi kontrak perlu diperiksa, terutama mengenai jabatan, gaji, hak dan kewajiban, masa kerja serta ketentuan apabila terjadi pemutusan hubungan kerja.
Paspor Jangan Diserahkan
Pesan penting lainnya adalah terkait dokumen pribadi.
Doli meminta WNI tetap memegang paspornya sendiri selama berada di luar negeri. Masyarakat juga diminta menyimpan salinan paspor, visa, kontrak kerja dan dokumen penting lainnya dalam bentuk fisik maupun digital.
Penahanan paspor oleh pihak yang tidak berwenang dapat menyulitkan pekerja ketika menghadapi persoalan dan membutuhkan bantuan.
Selain itu, WNI yang telah tiba di Kamboja dianjurkan segera melakukan Lapor Diri melalui Portal Peduli WNI Kementerian Luar Negeri.
Langkah tersebut penting agar keberadaan WNI dapat diketahui oleh perwakilan Indonesia sehingga bantuan dan pelindungan dapat diberikan lebih cepat apabila terjadi persoalan.
Jangan Diam Jika Terjebak
Doli juga mengingatkan masyarakat yang merasa terjebak, mendapat ancaman, atau mengalami penahanan paspor secara ilegal agar segera meminta bantuan.
WNI di Kamboja dapat menghubungi Hotline Darurat KBRI Phnom Penh di nomor +855 12 813 282 atau +855 61 844 661.
“Jangan menunggu sampai kondisi semakin buruk. Kalau ada ancaman, pemaksaan atau dokumen ditahan, segera laporkan dan minta bantuan,” pesannya.
BP2D Kepri mengimbau masyarakat, khususnya calon pekerja migran, untuk mengutamakan keselamatan dan memastikan setiap tahapan keberangkatan dilakukan sesuai prosedur resmi.
Jangan sampai janji gaji besar berujung kehilangan kebebasan. Sebelum berangkat, cek legalitas, pahami kontrak, gunakan jalur resmi dan pastikan keberadaan dapat dipantau oleh perwakilan Indonesia. (Dan/**)





Komentar