PROBATAM.CO, Jakarta — Diplomasi dan pembicaraan tentang masa depan wilayah perbatasan tidak selalu lahir dari meja resmi. Terkadang, gagasan justru mengalir lebih cair di tengah suasana santai, ketika para pemangku kepentingan duduk bersama tanpa sekat formal.
Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan itu terlihat di sela Rapat Koordinasi Antarpemangku Kepentingan terkait Konektivitas di Wilayah Perbatasan Negara Tahun 2026, Rabu (30/9/2026), di Jakarta.
Deputi I Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) Dr. Nurdin tampak berbincang bersama Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) H. Mustamin Bakri, S.Sos., M.Si., serta Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri Doli Boniara.
Doli Boniara menceritakan, ketiganya duduk bersama dalam suasana santai. Hidangan nasi kotak tersaji di atas meja, sementara pembicaraan tetap mengarah pada isu-isu strategis mengenai kawasan perbatasan Kepri yang sempat di bawa ke dalam rapat resmi.
Di balik suasana sederhana tersebut, ada pembicaraan tentang bagaimana Natuna, Serasan, Anambas, Lingga, Batam, Tanjungpinang hingga wilayah perbatasan Kepri lainnya dapat semakin terhubung dengan kawasan negara tetangga.
Bagi Dr. Nurdin, Natuna, khususnya Serasan, bukan wilayah yang asing. Sebagai Deputi I BNPP, ia telah beberapa kali menyambangi kawasan tersebut. Karena itu, ketika berbicara mengenai Serasan, pembahasannya bukan semata soal titik di peta, tetapi juga tentang bagaimana kawasan tersebut dapat berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Dari Percakapan Santai, Membahas Masa Depan Serasan
Dalam suasana akrab itu, isu penguatan ekonomi, pariwisata dan transportasi menjadi bagian dari pembicaraan.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah bagaimana PLBN Serasan tidak hanya berfungsi sebagai pintu lintas batas, tetapi dapat berkembang menjadi pusat aktivitas baru di kawasan perbatasan.
Cita-citanya, PLBN Serasan menjadi episentrum pembangunan baru di kawasan perbatasan.
Untuk menuju ke sana, konektivitas menjadi salah satu kunci.
Mustamin mendorong agar hubungan transportasi antara Temajuk dan Sambas di Kalimantan Barat dengan Serasan hingga Natuna diperkuat.
“Dengan adanya PLBN tentu kita mau mengaktifkan Kalbar, Sambas, Temajuk dengan Provinsi Kepri, Serasan dan Natuna. Sama-sama daerah perbatasan. Harus ada transportasi laut untuk menghubungkan beberapa daerah, untuk menunjang perekonomian dan wisata,” ujar Mustamin.
Gagasan tersebut sejalan dengan kebutuhan Kepri sebagai provinsi kepulauan. Pemerintah Provinsi Kepri sendiri menempatkan penguatan konektivitas antarpulau dan pemerataan pembangunan sebagai salah satu agenda penting, mengingat karakter geografis Kepri yang sebagian besar wilayahnya berupa laut.
Tidak Hanya Serasan
Pembicaraan mengenai konektivitas juga tidak berhenti pada Natuna dan Serasan.
Doli Boniara Kepala BPPD Provinsi Kepri, menyampaikan Pemprov Kepri menyampaikan sejumlah usulan trayek kepada BNPP beberapa wilayah di Kepri.
Usulan tersebut mencakup pembukaan trayek transportasi laut PLBN Serasan–Sematan–Bazar Kuching, pembukaan penyeberangan Ro-Ro Batam–Johor melalui Dermaga Bintang 99 dan Dermaga Tanjung Belokor, trayek transportasi laut Johor–Lingga, penerbangan Melaka–Tanjungpinang, serta trayek transportasi laut Letung Anambas–Johor.
Kepri juga mengusulkan pembukaan Natara, yakni konektivitas transportasi laut yang menghubungkan Natuna–Sarawak–Kalimantan.
Rangkaian usulan tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan konektivitas perbatasan Kepri tidak hanya berpusat pada satu daerah. Natuna, Serasan, Anambas, Lingga, Batam dan Tanjungpinang ditempatkan dalam satu gagasan besar mengenai jaringan konektivitas kawasan perbatasan.
Secara lebih luas, BNPP sendiri menempatkan pembangunan konektivitas dan infrastruktur serta penguatan kegiatan ekonomi sebagai bagian dari arah strategis pengelolaan kawasan perbatasan.
Serasan–Sambas, Jalur yang Ingin Dihidupkan
Di tengah pembahasan tersebut, Mustamin memberikan perhatian khusus kepada Serasan.
Menurutnya, keberadaan PLBN harus diikuti dengan sarana transportasi yang memadai. Karena itu, jalur Temajuk–Sambas–Serasan–Natuna dinilai penting untuk dikembangkan.
Tidak hanya jalur laut, Mustamin juga mengusulkan agar pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memprogramkan bandara perintis di Serasan, dengan konektivitas yang diharapkan dapat membuka rute Sambas–Serasan–Ranai.
Dengan konektivitas laut dan udara yang lebih terbuka, Serasan diharapkan tidak menjadi kawasan yang hanya dilewati, tetapi menjadi tempat tumbuhnya aktivitas ekonomi baru.
Tol Laut dan Pelabuhan Ro-Ro
Percakapan juga menyentuh program tol laut yang telah melayani sejumlah wilayah Natuna.
Mustamin menilai layanan tersebut perlu dimanfaatkan secara optimal, namun rutenya perlu dievaluasi agar lebih efektif.
“Dari Kementerian Perhubungan menjelaskan sudah ada pemerintah menurunkan tol laut. Itu harus kita manfaatkan. Perlu dievaluasi rutenya supaya tidak berbenturan dan efektivitasnya dalam menyinggahi beberapa pelabuhan,” katanya.
Ia juga menyoroti kesiapan pelabuhan di Serasan, Subi dan Midai, terutama untuk pelayanan kapal Ro-Ro.
Menurut Mustamin, sejumlah titik masih menggunakan pelabuhan eksisting yang belum sepenuhnya memenuhi standar pelayanan Ro-Ro.
“Efektivitas kapal Ro-Ro masih menggunakan pelabuhan reguler, bukan standar Ro-Ro. Supaya penumpang dan barang juga efektif, pelabuhan yang dilewati perlu disiapkan,” ujarnya.
Dari Meja Makan, Menuju Gagasan Besar
Pertemuan Nurdin, Mustamin dan Doli mungkin berlangsung sederhana. Tidak ada podium, tidak ada mikrofon dan tidak ada suasana protokoler.
Namun, justru dalam suasana seperti itulah komunikasi terasa lebih cair.
Ada pemerintah pusat melalui BNPP. Ada wakil rakyat dari daerah perbatasan. Ada pengelola perbatasan Provinsi Kepri.
Mereka berbicara tentang persoalan yang sama dari sudut pandang masing-masing.
Bukan hanya bagaimana menjaga garis batas, tetapi bagaimana kawasan di balik garis batas itu hidup, terkoneksi dan berkembang.
Terlebih bagi Kepri, konektivitas memiliki arti yang sangat luas. Jalur laut dan udara bukan hanya sarana mobilitas, tetapi juga membuka jalan bagi perdagangan, distribusi barang, pariwisata dan pergerakan ekonomi masyarakat.
Pemprov Kepri sebelumnya juga telah menyampaikan kepada BNPP gagasan konektivitas lintas wilayah, termasuk rute Serasan–Anambas–Kuching–Sambas, yang menunjukkan perhatian terhadap penguatan hubungan transportasi kawasan perbatasan.
Pada akhirnya, suasana keakraban di sela rapat itu membawa percakapan pada satu cita-cita yang lebih besar: menjadikan PLBN Serasan sebagai episentrum pembangunan baru di perbatasan, sekaligus menghubungkan Serasan dan Natuna dengan Anambas, Lingga, Batam, Tanjungpinang serta jaringan kawasan perbatasan lainnya.
Sebab, membangun perbatasan bukan hanya tentang menjaga batas negara. Di sana ada masyarakat yang membutuhkan konektivitas, ada potensi ekonomi yang ingin tumbuh, ada pariwisata yang menunggu dibuka, dan ada masa depan kawasan yang membutuhkan akses. (Dan/**)





Komentar