Beranda / Lifestyle / Dari Nongsa, Bintang Sutarman dan Asep Safrudin Melesat ke ‘Langit Polri’

Dari Nongsa, Bintang Sutarman dan Asep Safrudin Melesat ke ‘Langit Polri’

PROBATAM.CO, Batam- ADA kisah menarik di balik perjalanan karier dua jenderal ‘Nongsa Satu’ Bintang di pundak kedua mantan Kapolda Kepri, Sutarman dan Asep Safrudin itu, sama-sama melesat jauh ke ‘langit Polri’. Nongsa,  Batam adalah lokasi markas kepolisian daerah Kepri.

Jenderal Pol (Purn) Sutarman menjadi Kapolri. Satu dekade kemudian, bintang Komjen Pol. Asep Safrudin pun ikut melesat dari Nongsa Batam, menjadi Kabareskrim Polri. Satu jabatan paling diimpikan oleh setiap anggota Polri di seluruh Indonesia.

Menariknya, ternyata kedua mantan ‘Nongsa Satu’ itu terhubung ikatan perbesanan. Putri Asep Safrudin, Deas Olivia, menikah dengan Danny Trisespianto Arief, putra Sutarman yang dikenal sebagai Danny Sutarman.

Dari pernikahan tersebut, keduanya kini telah memiliki cucu. Cucu yang menyatukan ikatan keluarga dua mantan ‘Nongsa Satu’ itu. Generasi penerus yang mewarisi semangat dan pengabdian terbaik bagi negeri.

Kisah mereka bukan semata-mata tentang hubungan keluarga. Posisi yang mereka raih itu adalah buah dari perjalanan karir dan pengabdian yang panjang kepada negeri. Salah satunya, Kepri. Keduanya, sama-sama pernah mengangkat dengan penuh hormat ‘Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negari’.

Kerusuhan di Lapas Merauke, Narapidana Mengamuk hingga Bakar Kantor Administrasi

Asep Safrudin bukan sosok asing bagi masyarakat Kepri. Perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1993 ini pernah bertugas sebagai Kapoltabes Barelang pada 2014. Pengalaman itu, menjadi salah satu bagian dari perjalanan kariernya di wilayah Batam dan sekitarnya.

Asep kecil lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 15 Juni 1969. Sepanjang kariernya, ia menempati sejumlah jabatan strategis, antara lain di bidang narkotika, reserse kriminal, dan kejahatan siber.

Ia pernah menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, serta Kepala Biro Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan Lemdiklat Polri.

Setelah menjalani penugasan sebagai Wakapolda Kalimantan Barat, Asep kembali ke Kepri sebagai Wakapolda pada 2023. Pada 2025, ia dipercaya menjadi Kapolda Kepri.

Pengalaman tersebut membawanya kembali berhadapan dengan tantangan keamanan di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik geografis dan sosial tersendiri.

Putin Turun Tangan, Bantu Upayakan Pengakhiran Perang AS-Iran

Provinsi Kepri berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga dan menjadi salah satu pintu penting pergerakan orang serta barang lintas negara.

Pada Oktober 2026, perjalanan karier Asep memasuki babak baru. Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menunjuknya sebagai Kabareskrim Polri melalui Surat Telegram Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Asep menggantikan Komjen Pol. Syahardiantono yang mendapat penugasan baru.

Dalam rangkaian mutasi dan pelantikan tersebut, Asep Safrudin juga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi atau jenderal bintang tiga.

Sebagai Kabareskrim, Asep Safrudin kini memegang tanggung jawab strategis dalam memimpin fungsi reserse kriminal di tingkat nasional.

Tugas tersebut mencakup pengelolaan dan koordinasi penanganan berbagai perkara pidana, sekaligus memastikan fungsi penegakan hukum berjalan secara profesional dan sesuai ketentuan di seluruh Indonesia.

Anak Krakatau Berstatus Siaga, BPBD Lampung Pastikan Belum Ada Dampak Langsung Abu Vulkanik

Kabareskrim Polri Komjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., saat apel penyerahan’Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri’ kepada Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri, S.H., S.I.K., M.PSDM. (Foto: Humas Polda Kepri)

Tentunya, Asep Safrudin juga menghadapi tantangan untuk melenyapkan kejahatan konvensional maupun kejahatan yang berkembang mengikuti perubahan teknologi dan pola transaksi.

Itulah makanya, profesionalisme penyidik, kepastian prosedur hukum, transparansi penanganan perkara, serta penghormatan terhadap hak warga negara menjadi unsur penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Pengalaman Asep Safrudin di bidang reserse, narkotika, dan kejahatan siber menjadi bagian dari bekal yang dibawanya ke jabatan baru. Namun, rekam jejak tersebut pada akhirnya harus dibuktikan melalui kinerja dan hasil kerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Tuah ‘Bumi Kepri’ dengan ribuan pulau di dalamnya, sepertinya sudah terajaut jauh di dalam relung hati seorang Asep Safrudin.

Begitu panjang langkahnya menapaki pulau demi pulau di seluruh Kepri. Begitu jauh pandangnya melihat ujung-ujung pulau di Kepri ini. Semuanya demi memastikan Kamtibmas terjaga dengan baik seluruh negeri Kepri.

Itulah makanya, tak heran jika saat menyampaikan pidatonya di apel ‘Serah Terima Pataka Polda Kepri Seligi Sakti Marwah Negeri’ di Mapolda Kepri, Jumat (9/10/2026) pagi, suara ‘tersendat’ Asep Safrudin sempat tersekat menahan haru. Dia berhenti sesaat, menarik napas lebih dalam, agar bisa melanjutkan pidato.

Sepertinya, tuah Kepri begitu kuat menyelimuti perjalanan hidup sosok Asep Safrudin. Terbukti,’Pataka Seligi Sakti Marwah Negeri’ memang benar-benar sakti. Kesaktian itulah yang akan digunakannya untuk memimpin penegakan hukum di seluruh negeri bernama, Indonesia.

Selamat bertugas, jenderal. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi dan memudahkan langkahmu. (*)

Saibansah Dardani, Penulis adalah Ketua PWI Provinsi Kepri & Ahli Pers Dewan Pers

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement