Beranda / Tanjung Pinang / Bukan Didiskualifikasi! Empat Atlet Panjat Tebing Batam Rela Mengalah demi Sportivitas di Porprov Kepri

Bukan Didiskualifikasi! Empat Atlet Panjat Tebing Batam Rela Mengalah demi Sportivitas di Porprov Kepri

PROBATAM.CO,BATAM– Banyaknya Narasi yang menyebut bahwa empat atlet panjat tebing Batam didiskualifikasi pada Porprov Kepri VI 2026 dinilai tidak benar dan menyesatkan. Faktanya, keempat atlet tersebut sebelumnya telah terdaftar dalam buku besar PB Porprov, memiliki ID card kepesertaan, bahkan dua diantaranya pernah membela Batam pada Porprov Kepri V 2022 di Kabupaten Bintan.

Wakil Ketua Umum I KONI Batam, Rinaldi Samjaya, menegaskan bahwa keputusan kontingen Batam tidak melanjutkan polemik keikutsertaan empat atlet tersebut bukan karena mereka  menyalahi administrasi, melainkan demi menjaga wibawa Porprov Kepri VI 2026 dan pertandingan tetap berlangsung.

“Tidak benar kalau disebut empat atlet panjat tebing Batam didiskualifikasi. Mereka sudah terdaftar dalam buku besar PB Porprov, memiliki ID card, dan bahkan pernah membela Batam pada Porprov 2022. Mereka akhirnya memilih mengalah demi kepentingan pertandingan dan menjaga psikologis seluruh atlet panjat tebing se Kepri yang telah hadir dan siap bertanding di Tanjungpinang,” tegas Rinaldi.

Ia menjelaskan, persoalan bermula ketika PB Porprov mencoret secara sepihak empat atlet tersebut setalah proses keabsahan dirampungkan dan bahkan atlet terebut sudah hadir di Tanjungpinang dan sudah memiliki kartu kepesertaan dengan alasan bukan atlet Batam. Namun, setelah KONI Batam menyampaikan bukti administrasi dan fakta pendukung, KONI Kepri akhirnya menerbitkan surat Nomor 155/KONI-KEPRI/Sek/XI/2026 yang intinya memberikan izin dan kesempatan kepada keempat atlet untuk bertanding.

Meski demikian, sejumlah kontingen FPTI kabupaten/kota di luar Batam tetap menolak keikutsertaan mereka. Bahkan, muncul ancaman mundur dari pertandingan apabila keempat atlet Batam tetap diikutsertakan.

Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Misi Pemadaman Karhutla, Dua Dimakamkan di Semarang dan Satu di Bandung

Menghadapi situasi sulit tersebut, Rinaldi mengatakan, KONI Batam mempertimbangkan kepentingan dan menjaga psikologis seluruh atlet yang telah berada di Tanjungpinang dan telah  menjalani persiapan panjang.

Atas arahan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, kontingen Batam diminta mencari solusi terbaik agar pertandingan harus tetap berlangsung tanpa mengorbankan kepentingan atlet dan tidak merusak reputasi Porprov Kepri VI.

Ketua Umum KONI Batam, Rani Rafitriyani, bersama pengurus FPTI Batam dan keempat atlet akhirnya mengambil keputusan bijaksana dengan memilih mengalah.

“Ini bukan karena mereka tidak memiliki dasar untuk memperjuangkan haknya. Mereka justru mengorbankan kepentingan pribadi demi pertandingan tetap berjalan. Kepentingan olahraga dan seluruh atlet harus ditempatkan di atas segalanya,” ujar Rinaldi.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk sportivitas dan kedewasaan dalam berolahraga. Mengalah bukan berarti kalah, apalagi didiskualifikasi.

Sidokkes Polresta Barelang Gelar Visit dan Salurkan Donasi kepada Anak Penderita Meningitis di Kabil

KONI Batam berharap masyarakat memahami persoalan ini secara utuh dan tidak terjebak dalam narasi yang keliru.

“Jangan sampai pengorbanan empat atlet ini justru dipersepsikan sebagai kekalahan atau diskualifikasi. Mereka telah menunjukkan sikap patriotisme olahraga. Memilih mengalah demi pertandingan tetap berlangsung adalah keputusan yang patut dihormati,” tutup pria yang juga merupakan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kepri tersebut.(*/hel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement