PROBATAM,CO – BPJS Ketenagakerjaan Batam Nagoya bersama komunitas driver online yang tergabung dalam Komando Batam menggelar kopi darat (kopdar) sekaligus buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pakuba Tembesi, Kelurahan Kuning, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Minggu (8/3/2026). Acara ini juga dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar–Riau, Henky Rhosidien.
Dalam kesempatan tersebut, Hengky menegaskan driver online menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja, khususnya di sektor informal.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan turut hadir memastikan para driver online di Batam mendapatkan perlindungan jaminan sosial.
“Driver online menjadi perhatian pemerintah. Kami dari BPJS Ketenagakerjaan memastikan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada rekan-rekan driver online di Kota Batam,” kata Hengky.
Hengky menyebutkan, berdasarkan data yang ada, sebanyak 5.431 driver online yang ada di Batam telah terlindungi dalam program BPJS Ketenagakerjaan melalui bantuan iuran dari Pemerintah Kota Batam. Syaratnya adalah memiliki KTP Batam.
Selain itu, sekitar 1.200 driver lainnya telah mendaftar secara mandiri sebagai peserta.
Hengky menegaskan jaminan sosial ketenagakerjaan merupakan hak seluruh warga negara Indonesia, tidak hanya bagi pekerja sektor formal seperti karyawan perusahaan atau pabrik.
“Melalui Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, pemerintah ingin memastikan setiap warga negara mendapatkan perlindungan jaminan sosial, termasuk pekerja informal seperti driver online,” jelas Hengky.

Hengky menambahkan, pekerja informal yang tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan pemberi kerja tetap berhak mendapatkan perlindungan seperti jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, dan jaminan hari tua.
Hengky juga mencontohkan salah satu kasus peserta BPJS Ketenagakerjaan dari kalangan driver online di Bekasi yang mengalami kecelakaan serius.
“Beliau ditabrak mobil hingga kakinya terlindas truk. Alhamdulillah bisa diselamatkan dan dirawat di rumah sakit EMC Bekasi. Biaya pengobatan yang sudah mencapai Rp442 juta seluruhnya ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” kata Hengky.
Hengky berharap melalui komunitas Komando Batam, seluruh driver online dapat terdaftar dalam program jaminan sosial sehingga dapat bekerja dengan lebih tenang.
“Jika terjadi risiko saat bekerja, pemerintah hadir memberikan perlindungan,” kata Hengky.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Batam Nagoya, Suci Rahmad, mengatakan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan buka puasa bersama, tetapi juga sebagai sarana sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan bagi driver online.
Menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan terus berkolaborasi dengan komunitas driver untuk memastikan seluruh anggota terdata sebagai peserta.
“Kami terus berkomunikasi dengan tim Komando atau komunitas ojol lainnya untuk mendapatkan data keanggotaan yang kemudian diverifikasi sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Suci.
Suci menjelaskan, proses pendaftaran dilakukan secara online. Data tersebut kemudian dicocokkan dengan pihak aplikator dan dilaporkan kepada Pemerintah Kota Batam untuk proses pembayaran iuran bagi peserta yang memenuhi syarat.
“Inilah pentingnya komunikasi yang terus kami bangun dengan komunitas driver online di Batam,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Komunitas Komando Batam, Feryandi Tarigan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batam atas dukungan program pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi driver online.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra atas perhatian terhadap para pengemudi ojek dan taksi online di Batam.
“Mobilitas kami di jalan sangat tinggi, hampir 24 jam. Karena itu perlindungan seperti BPJS Ketenagakerjaan sangat penting bagi kami,” kata Feryandi.
Feryandi mengungkapkan, secara administratif jumlah anggota Komando Batam mencapai sekitar 3.000 orang, dengan sekitar 2.000 anggota yang aktif.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.700 driver merupakan pemilik KTP Batam, namun masih ada yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.
“Melalui kegiatan kopdar ini, kami juga membuka pendaftaran bagi anggota yang ingin menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” kata Feryandi.***




Komentar